Bidik 3.500 Mahasiswa Baru, Unisma Andalkan Basis Nahdliyin hingga Golden Tiket

Rektor Unisma Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. mengumumkan kenaikan gaji dan tunjangan bagi dosen serta karyawan.
Rektor Unisma Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. mengumumkan kenaikan gaji dan tunjangan bagi dosen serta karyawan

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) menargetkan sedikitnya 3.500 mahasiswa baru pada penerimaan tahun akademik 2026–2027, dengan strategi yang tidak hanya bergantung pada momentum pasca-seleksi perguruan tinggi negeri (PTN).

Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menyebut target tersebut sama seperti tahun sebelumnya. Namun, pendekatan yang dilakukan kampus kini lebih diarahkan pada penguatan basis calon mahasiswa yang sudah menjadi segmentasi utama.

“Pangsa pasar Unisma jelas, yaitu warga Nahdliyin. Sehingga kita melakukan penguatan pada jam’iyyah kita,” ujar Junaidi, Rabu (29/4/2026).

Langkah ini menjadi strategi tersendiri di tengah kecenderungan calon mahasiswa yang masih memprioritaskan perguruan tinggi negeri. Menurut Junaidi, kondisi tersebut membuat banyak kampus swasta menunggu gelombang pendaftaran setelah proses seleksi PTN selesai.

Meski demikian, kampus kebanggan warga nahdliyin ini mulai mengurangi ketergantungan pada pola tersebut dengan memperkuat jaringan internal.

“Biasanya memang masih negeri-minded. Tapi dengan penguatan segmen kita, insyaallah tidak lagi bergantung pada lonjakan setelah PTN tutup,” jelasnya.

Selain itu, Unisma juga menerapkan skema Golden Ticket, khususnya di Fakultas Kedokteran. Melalui skema ini, sekolah diberikan kewenangan untuk menyeleksi siswa terbaik yang kemudian direkomendasikan ke kampus.

“Sekolah yang melakukan seleksi, kemudian yang memenuhi syarat administrasi dan akademik akan kami terima,” ujarnya.

Dari sisi promosi, kampus juga memanfaatkan momentum tertentu, seperti periode Idulfitri, untuk memberikan potongan biaya bagi calon mahasiswa baru yang dinilai efektif. Skema serupa juga dilakukan Unisma saat peringatan satu abad Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, sejumlah program studi masih menjadi favorit di kalangan calon mahasiswa. Bidang ekonomi dan teknik tercatat sebagai yang paling diminati, dengan lonjakan signifikan juga terjadi pada program studi Teknik Informatika yang relatif baru dibuka.

“Teknik informatika ini termasuk yang pertumbuhannya cukup signifikan,” kata Junaidi.

Meski belum ada evaluasi pasti terkait capaian jumlah pendaftar saat ini, Unisma tetap optimistis target penerimaan dapat tercapai melalui kombinasi strategi segmentasi, jalur khusus, dan momentum promosi yang dijalankan. (ber/bob)

Exit mobile version