Kejar Status Kampus Unggul, Unisma Siap Kukuhkan Tiga Guru Besar

Rektor Unisma, Prof Junaidi saat menjelaskan kampus Unisma siap kukuhkan tiga guru besar dalam waktu dekat. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Rektor Unisma, Prof Junaidi saat menjelaskan kampus Unisma siap kukuhkan tiga guru besar dalam waktu dekat. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) terus mendorong penguatan kapasitas akademik dosen sebagai bagian dari upaya menuju kategori perguruan tinggi unggul. Terbaru, Unisma  bakal mengukuhkan tiga profesor atau guru besar baru dari bidang strategis.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi menyebut, langkah penguatan sumber daya dosen ini sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek), yang mensyaratkan proporsi dosen dengan jabatan akademik lektor kepala dan guru besar mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.

Menurutnya, Unisma saat ini telah melampaui ambang batas tersebut jika menggabungkan jumlah lektor kepala dan guru besar.

“Kalau digabung antara guru besar dan lektor kepala itu sudah di atas 30 persen. Hanya saja memang kami terus mengejar peningkatan jumlah guru besar,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai pendampingan, terutama dalam mendorong dosen menembus publikasi di jurnal internasional bereputasi, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam proses kenaikan jabatan akademik.

“Kita lakukan pendampingan-pendampingan, karena salah satu yang sering menjadi kendala adalah publikasi di jurnal internasional bereputasi,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Unisma juga akan menambah jumlah guru besar. Junaidi menyebut, pada Mei mendatang, kampus akan mengukuhkan tiga guru besar baru, masing-masing dari bidang pertanian dan farmasi-kedokteran.

Secara keseluruhan, jumlah guru besar yang pernah dihasilkan UNISMA mencapai sekitar 26 hingga 28 orang. Namun, jumlah yang masih aktif saat ini tercatat sebanyak 22 orang.

“Memang sebagian guru besar yang telah dikukuhkan ada yang sudah wafat, sehingga yang aktif saat ini sekitar 22,” ujarnya.

Penguatan sumber daya dosen ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Unisma dalam meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional. (ber/bob)

Exit mobile version