Kota Malang, Blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) kembali mencatat capaian dalam pemeringkatan internasional. Kampus Nahdlatul Ulama tersebut menempati peringkat 51 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia dalam pemeringkatan yang dilakukan oleh SCImago Institutions Rankings (SIR).
Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menjelaskan pemeringkatan SCImago merupakan salah satu pemeringkatan internasional yang berbasis pada data jurnal ilmiah yang terindeks di Scopus.
“SCImago itu sebenarnya lembaga yang menginformasikan kepada publik terkait jurnal-jurnal yang diindeks oleh Scopus. Biasanya orang mengecek apakah sebuah jurnal terindeks Scopus atau tidak melalui SCImago,” ujar Junaidi, Jum’at (13/3/2026).
Berdasarkan basis data Scopus tersebut, lanjut Junaidi, SCImago kemudian melakukan pemeringkatan terhadap perguruan tinggi di seluruh dunia dengan tiga indikator penilaian.
“Kriteria penilaiannya meliputi kinerja riset sebesar 50 persen, inovasi 30 persen, dan dampak sosial sebesar 20 persen,” katanya.
Kinerja riset menilai produktivitas publikasi ilmiah, kualitas penelitian, serta pengaruh akademik yang dihasilkan perguruan tinggi. Sementara aspek inovasi berkaitan dengan kontribusi institusi dalam pengembangan teknologi berbasis penelitian.
Adapun indikator dampak sosial melihat sejauh mana aktivitas akademik perguruan tinggi memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Berdasarkan tiga indikator tersebut, Unisma berhasil menempati posisi ke-51 dari sekitar 4.600 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.
Selain itu, capaian tersebut juga menempatkan Unisma pada peringkat 10 perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik secara nasional. Di lingkungan Perguruan Tinggu Nahdlatul Ulama (PTNU), Unisma bahkan berada di posisi pertama.
“Posisi ini juga menempatkan Unisma sebagai peringkat satu di PTNU dan peringkat satu PTS di Malang Raya,” kata Junaidi.
Menurut Junaidi, pemeringkatan SCImago merupakan bentuk pengakuan internasional terhadap kualitas institusi perguruan tinggi. Terutama dalam hal kontribusi ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
“Pemeringkatan itu merupakan pengakuan prestisius tingkat dunia atas suatu institusi perguruan tinggi, dengan menilai kualitasnya, bukan sekadar popularitasnya,” ujarnya.
Ditambahkannya, capaian tersebut semakin memperkuat posisi Unisma dalam peta perguruan tinggi global sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Lebih lanjut, ia berharap keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas akademik dan riset akan berdampak pada peningkatan kompetensi lulusan, termasuk dalam menghadapi dunia kerja.
“Dengan meningkatnya kompetensi lulusan Unisma, maka daya tawar dan daya serap di pasar kerja. Bahkan kemampuan menciptakan lapangan kerja sendiri juga akan semakin tinggi,” pungkasnya. (ber/ova)




