STIH Sunan Giri Malang Gelar Wisuda Angkatan ke-26, Ini Pesan Ketua untuk Wisudawan

Suasana Prosesi Wisudah STIH Sunan Giri Malang (Fto: Zul/Blok-a.com)
Suasana Prosesi Wisudah STIH Sunan Giri Malang (Fto: Zul/Blok-a.com)

Malang, blok-a.com – STIH Sunan Giri Malang kembali menggelar prosesi Wisuda Angkatan ke-26 dengan total 130 lulusan dari angkatan 2020 dan 2021. Dalam momentum ini, kampus menekankan pentingnya integritas, kompetensi, dan moralitas bagi setiap sarjana hukum yang terjun ke masyarakat.

Ketua STIH Sunan Giri, Dr. H. Mochammad Mochtar, S.H., M.Si, menjelaskan bahwa pada periode ini terdapat empat wisudawan terbaik yang dipilih melalui seleksi internal kampus. Ia menegaskan bahwa kualitas lulusan bukan hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga dari karakter dan kesiapan mereka dalam menjalankan profesi hukum.

“Kami berharap setiap alumni memiliki integritas, kemampuan, dan moralitas yang kuat. Ketika berada di masyarakat, mereka harus menjadi sarjana hukum yang handal dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dr. Mochtar juga menegaskan bahwa sejak 1993, pendidikan hukum di kampus ini tidak lagi menggunakan sistem penjurusan. Seluruh mahasiswa ditempa dalam rumpun Ilmu Hukum, dengan dua konsentrasi yang lebih aplikatif: Hukum Bisnis dan Hukum Litigasi Advokasi.

“Kami ingin alumni benar-benar siap pakai. Karena itu, banyak pengajar kami berasal dari praktisi: ada jaksa, hakim, hingga pengacara. Tujuannya agar ilmu dan keterampilan yang diberikan bisa langsung digunakan di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, banyak mahasiswa STIH Sunan Giri yang sudah bekerja di instansi seperti pengadilan, kejaksaan, kepolisian, hingga lembaga masyarakat. Kampus memberikan pembekalan hukum yang relevan dengan pekerjaan mereka, sekaligus membuka kesempatan bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

“Kami selalu siap memberikan rekomendasi bagi alumni yang ingin melanjutkan S2 atau S3. Banyak yang sudah kami antar ke Universitas Brawijaya untuk program magister,” kata Dr. Mochtar.

Selain itu, beberapa alumni juga melanjutkan ke pendidikan profesi seperti advokat maupun kenotariatan, sebagai langkah untuk membuka praktik profesional.

Dalam pernyataan wawancara, Dr. Mochtar turut menyoroti kondisi dunia hukum saat ini yang dinilai sedang mengalami tantangan kepercayaan publik. Karena itu, ia menekankan bahwa lulusan hukum bukan hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki dasar moral yang kuat.

“Sekolah hukum itu tidak hanya mengajarkan ilmu. Kami sering tekankan bahwa sarjana hukum harus menjadi orang yang dipercaya. Maka mereka harus memiliki bekal moral dan takwa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kampus juga memadukan pendidikan hukum dengan mata kuliah yang berkaitan dengan nilai keagamaan untuk menjaga keseimbangan antara kecakapan teknis dan karakter.

Menutup keterangannya, Ketua STIH Sunan Giri Malang menegaskan bahwa lulusan kampus ini harus memiliki satu ciri utama yaitu wibawa.

“Wibawa bukan hanya soal penampilan atau sikap, tetapi tentang kepercayaan. Orang akan percaya jika dia memiliki kejujuran. Wibawa itu dibentuk oleh sikap. Sarjana hukum harus mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah,” tegasnya.

Dengan pesan tersebut, Dr. Mochtar berharap para lulusan tidak hanya sukses dalam karier, tetapi juga mampu menjaga martabat profesi hukum melalui tindakan dan integritas mereka di masyarakat.(zul/bob)