Kabupaten Malang, blok-a.com – Aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada periode pengamatan Rabu (22/4/2026) pukul 00.00–06.00 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, Yadi Yuliandi, menyebutkan dalam kurun waktu enam jam tersebut tercatat puluhan aktivitas kegempaan yang didominasi gempa letusan.
“Terjadi 20 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 76–213 detik,” ujarnya dalam laporan resmi PVMBG, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, juga terdeteksi 7 kali gempa hembusan serta 1 kali gempa tektonik jauh yang turut terekam selama periode pengamatan. Secara visual, Yadi menjelaskan gunung terlihat jelas hingga kabut tipis, dengan aktivitas erupsi yang masih terjadi. Tak hanya itu, aktivitas guguran juga terpantau di sektor rawan.
“Teramati 6 kali letusan dengan tinggi kolom asap sekitar 500 hingga 700 meter berwarna putih kelabu mengarah ke barat. Juga 2 kali guguran dengan jarak luncur kurang lebih 1.000 meter ke arah Besuk Kobokan,” tambahnya.
Dari sisi meteorologi, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 21–22 derajat Celsius dan angin bertiup lemah ke arah barat laut.
Meski tidak ada kejadian khusus lainnya, PVMBG tetap mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan, terutama terkait zona bahaya.
“Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak,” pungkas Yadi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena berpotensi terjadi lontaran material pijar.
Dengan status masih Siaga, masyarakat diimbau terus waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru. (yog/bob)








