Cuaca Ekstrem, BPBD Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Banjir, Longsor & Angin Kencang

Pohon tumbang yang menutup akses Jalan Simpang Ijen Kota Malang (BPBD Kota Malang)
Pohon tumbang yang menutup akses Jalan Simpang Ijen Kota Malang (BPBD Kota Malang)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Ancaman tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang diperkirakan masih berlanjut seiring jika terjadi intensitas hujan tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan wilayah rawan tersebar hampir di seluruh Kabupaten Malang. Mulai dari kawasan selatan, timur, hingga barat Kabupaten Malang.

“Pemetaan wilayah tersebut antara lain di Wajak, Dampit, Jabung, Poncokusumo, kemudian Wajak, Tajinan, Tirtoyudo, Ampelgading, Dampit, kemudian di sepanjang Pujon, Ngantang, Kasembon. Itu yang berpotensi hidrometeorologi, banjir, longsor, angin kencang,” ujar Sadono saat dikonfirmasi Sabtu (24/1/2026).

Selain itu, BPBD juga mencatat sejumlah titik rawan pohon tumbang akibat angin kencang, terutama di wilayah dengan jalur padat lalu lintas.

“Berdasarkan kejadian yang sering terjadi, titik rawannya berada di wilayah Pujon dan Ngantang. Kemudian wilayah Pakisaji, Pakis, Jabung, hingga Poncokusumo di sepanjang jalan,” tambahnya.

Sadono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mitigasi bencana, terutama di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap lingkungannya, terutama mengenai kebersihan. Masyarakat harus proaktif melakukan monitoring di wilayahnya, khususnya daerah yang berpotensi longsor jika ada indikasi retakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar kejadian banjir yang terjadi belakangan ini dipicu oleh saluran drainase yang tersumbat. Ia mengungkapkan banjir yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan drainase buntu oleh material sampah maupun sisa-sisa bambu

“Secara mandiri masyarakat perlu mengontrol saluran air atau drainase. Rata-rata banjir yang terjadi kemarin karena itu ,” beber Sadono.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, BPBD Kabupaten Malang telah menyiagakan empat Pos Lapangan (Poslap) yang beroperasi selama masa siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Empat Poslap tersebut meliputi Poslap Tirtoyudo mencakup Tirtoyudo, Ampelgading, dan Dampit. Poslap Ngantang mencakup Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Poslap Singosari mencakup Lawang, Singosari, Karangploso, dan Dau. Serta Poslap Tumpang mencakup Pakis, Jabung, Tumpang, Poncokusumo, Tajinan, dan Wajak.

Sadono menambahkan setiap pos lapangan dijaga tiga personel per shift atau total 12 personel di lapangan, ditambah petugas yang bersiaga di Mako BPBD.

“Layanan siaga penuh 24 jam selama tujuh hari kami siapkan untuk merespons cepat apabila terjadi bencana,” pungkas Sadono. (yog/gni)

Exit mobile version