Dalam Sehari Empat Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang, Salah Satunya di SMK Negeri

Caption : Damkar melakukan pemadaman di tumpukan kayu bekas berlokasi di Desa Losari, Kecamatan Singosari (Sumber Satpol PP Kab Malang for Blok-a.com)
Caption : Damkar melakukan pemadaman di tumpukan kayu bekas berlokasi di Desa Losari, Kecamatan Singosari (Sumber Satpol PP Kab Malang for Blok-a.com)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Dalam satu hari terjadi empat titik kebakaran di Kabupaten Malang. Penyebabnya pun bermacam-macam.

Satu kebakaran menimpa ruangan laboratorium Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) 1 Kepanjen, Sabtu (28/10/2023) kemarin.

Menurut data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, keempat kebakaran tersebut diantaranya menimpa dua hutan dan lahan, satu titik menimpa tumpukan material kayu bekas, dan satu lainnya menimpa SMKN 1 Kepanjen.

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang menyebut, kebakaran titik pertama, terjadi di Desa Losari, Kecamatan Singosari. Tumpukan material kayu bekas terbakar pada Sabtu (28/10/2023) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Jam kejadian terjadi sekitar pukul 04.30 WIB dan api berhasil padam sekitar pukul 05.44 WIB. Indikasi sumber api belum diketahui,” ujar Firmando, Minggu (29/10/2023).

Titik kedua, kebakaran terjadi di Hutan Gunung Geger yang berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, tepatnya di lahan samping Jalan Raya Gunung Geger.

“Kami menerima informasi sekitar pukul 10.00 WIB, selanjutnya tiga mobil unit PMK turun dan melakukan pemadaman sekitar pukul 12.30,” bebernya.

“Indikasi kebakaran belum diketahui,” lanjutnya.

Hal serupa juga terjadi di titik ketiga, api melahap lahan bambu yang terletak di Desa Pangetan, Kecamatan Singosari, sekitar pukul 12.05 WIB.

“Usai mendapat laporan petugas mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Api berhasil di padamkan sekitar pukul 13.00 WIB,” jelasnya.

Titik ke empat, kebakaran menimpa SMKN 1 Kepanjen yang berlokasi di Jalan Abdurahman Wahid, Desa Kedung pedaringan, Kecamatan Kepanjen.

Firmando menyebut, api melahap sebagian ruangan laboratorium komputer pada pukul 12.23 WIB.

Selanjutnya, usai mendapat laporan, petugas bergegas mendatangi lokasi kejadian dengan mengerahkan 3 unit mobil PMK.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.55 WIB,” terangnya.

Dikatakan Firmando, kebakaran disebabkan adanya korsleting listrik pada kabel jaringan ke komputer.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun pihak sekolah ditafsirkan menanggung kerugian material sebesar puluhan juta rupiah.

“Korban jiwa nihil, kerugian kurang lebih Rp10 juta,” pungkasnya. (ptu/bob)