Gegara Cekcok dengan Istri, Pria di Malang Nekat Bakar Rumahnya Sendiri

Proses pemadaman api di Kelurahan Ardirejo akibat dibakar pemilik rumah pada Selasa (31/3/2026) (istimewa)
Proses pemadaman api di Kelurahan Ardirejo akibat dibakar pemilik rumah pada Selasa (31/3/2026) (istimewa)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebuah rumah terbakar di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (31/3/2026) siang. Hal ini karena dibakar pemilik rumah berinisial IS. IS nekat membakar rumahnya gegara cekcok dengan istrinya.

Sebelum kebakaran, warga sempat mengetahui adanya pertengkaran antara IS dan istrinya di dalam rumah.

Salah satu warga, Candra (32), mengaku sempat berupaya melerai pertengkaran tersebut. Namun upayanya justru berujung cekcok dengan pelaku.

“Saya sempat melerai, tapi malah dipukul. Saya balas membela diri, tapi dia semakin marah,” ujar Candra.

Setelah kejadian itu, Candra memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari konflik. Tak lama berselang, api tiba-tiba muncul dan membesar dari dalam rumah IS.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya itu sempat terhambat karena pelaku melarang dan bahkan bersikap agresif terhadap warga yang hendak membantu.

“Waktu mau dipadamkan, dia justru marah-marah. Yang mau bantu malah dipukul,” ungkap Lilik, tetangga korban.

Api diketahui pertama kali muncul dari bagian ruang tamu yang dipenuhi barang rongsokan. Barang-barang tersebut disebut telah lama dikumpulkan oleh IS, namun belum sempat dijual. Seiring api yang terus membesar, warga akhirnya menjauh dari lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. 

Tak lama kemudian, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Sementara itu, IS langsung diamankan oleh pihak kepolisian dan dibawa ke Polsek Kepanjen untuk menjalani pemeriksaan. Anak pelaku juga turut dibawa untuk dimintai keterangan.

Sejumlah warga menduga pelaku mengalami tekanan psikologis dalam beberapa bulan terakhir. Meski sebelumnya dikenal normal, perubahan perilaku mulai terlihat belakangan ini.

“Kalau dulu biasa saja, tapi beberapa bulan terakhir berbeda. Mungkin depresi,” ujar Lilik. (yog/bob)