Darurat Bencana Hidrometeorologi, Ini Daftar Titik Rawan Menurut BPBD Kabupaten Malang

Ilustrasi: bencana hidrometeorologi (foto: canva)
Ilustrasi: bencana hidrometeorologi (foto: canva)

Kabupaten MalangBlok-a.com – Ancaman bencana hidrometeorologi membayangi Kabupaten Malang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah mencatat sejumlah wilayah yang berisiko tinggi mengalami banjir, tanah longsor, dan angin kencang, seiring cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, memaparkan bahwa zona rawan bencana tersebar luas di hampir seluruh wilayah kabupaten, membentang dari kawasan selatan, timur, hingga barat.

Daftar Wilayah Rawan Bencana Hidrometeorologi

Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Malang, berikut daftar titik-titik yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi:

Kawasan Selatan dan Timur:

  • Wajak
  • Dampit
  • Jabung
  • Poncokusumo
  • Tajinan
  • Tirtoyudo
  • Ampelgading

Kawasan Barat:

  • Pujon
  • Ngantang
  • Kasembon

“Pemetaan wilayah tersebut antara lain di Wajak, Dampit, Jabung, Poncokusumo, kemudian Wajak, Tajinan, Tirtoyudo, Ampelgading, Dampit, kemudian di sepanjang Pujon, Ngantang, Kasembon. Itu yang berpotensi hidrometeorologi, banjir, longsor, angin kencang,” ujar Sadono saat dikonfirmasi Sabtu (24/1/2026).

Titik Rawan Pohon Tumbang

Selain ancaman banjir dan longsor, BPBD juga mengidentifikasi sejumlah lokasi yang rawan pohon tumbang akibat angin kencang, khususnya di jalur dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

Wilayah dengan risiko pohon tumbang:

  • Pujon (sepanjang jalan)
  • Ngantang (sepanjang jalan)
  • Pakisaji
  • Pakis
  • Jabung (sepanjang jalan)
  • Poncokusumo (sepanjang jalan)

“Berdasarkan kejadian yang sering terjadi, titik rawannya berada di wilayah Pujon dan Ngantang. Kemudian wilayah Pakisaji, Pakis, Jabung, hingga Poncokusumo di sepanjang jalan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, BPBD Kabupaten Malang telah menyiagakan empat Pos Lapangan (Poslap) yang beroperasi selama masa siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Empat Poslap tersebut meliputi:

  1. Poslap Tirtoyudo – mencakup Tirtoyudo, Ampelgading, dan Dampit
  2. Poslap Ngantang – mencakup Pujon, Ngantang, dan Kasembon
  3. Poslap Singosari – mencakup Lawang, Singosari, Karangploso, dan Dau
  4. Poslap Tumpang – mencakup Pakis, Jabung, Tumpang, Poncokusumo, Tajinan, dan Wajak

Sadono menambahkan setiap pos lapangan dijaga tiga personel per shift atau total 12 personel di lapangan, ditambah petugas yang bersiaga di Mako BPBD.

“Layanan siaga penuh 24 jam selama tujuh hari kami siapkan untuk merespons cepat apabila terjadi bencana,” pungkas Sadono.

(yog/gni)