Diduga Salah Paham, Remaja asal Blimbing Bibirnya Jontor Dikeroyok Gerombolan Pemabuk

Korban pengeroyokan pemabuk tunjukkan bekas luka di bibir, Minggu (30/6/2026) (blok-a/Andik Agus)
Korban pengeroyokan pemabuk tunjukkan bekas luka di bibir, Minggu (30/6/2026) (blok-a/Andik Agus)

Kota Malang, blok a com – Seorang remaja yang diketahui bernama Kukuh Setyo Satrio (20), warga Jalan Terusan Batu Bara, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Mengalami luka-luka pada bagian wajahnya, usai dikeroyok segerombolan pemabuk di dekat rumahnya.

Peristiwa pengeroyokan itu diketahui sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu (29/6/2024) malam kemarin.

Wasis (54) selaku ayah korban, saat ditemui awak media mengatakan, saat itu di dekat rumahnya ada acara kesenian bantengan. Sementara Kukuh bersama temannya hendak menonton acara tersebut.

“Saat itu teman Kukuh berangkat duluan. Sedangkan anak saya sedang mengunci pintu depan rumah,” ujar Wasis, Minggu (30/6/2024).

Usai mengunci pintu rumah, Kukuh melihat sepeda motor milik temannya yang terparkir di depan rumah.

Lalu ia meneriaki temannya agar kembali untuk memindahkan sepeda motor yang ada di depan rumah. Pasalnya, halaman depan rumah biasa digunakan untuk memarkir rombong jualan milik Wasis.

“Anak saya memanggil dan meneriaki temannya dengan kalimat ‘cok, lek parkir sing genah’ (cok, kalau parkir yang benar),” terang Wasis menirukan keterangan anaknya.

Tanpa disadari, tiba-tiba sejumlah orang yang diduga dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) langsung mendatangi dan mengeroyok korban.

“Tiba-tiba dari samping rumah, muncul 5 orang. Ada yang berusia 17 tahun dan ada yang berusia 30 tahun. Langsung mengroyok dan memukuli anak saya,” jelasnya.

Tidak lama kemudian, teman korban datang dan langsung melerai pengeroyokan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian bibir dan nyeri di bagian belakang kepala.

“Usai jualan di Jalan LA Sucipto dan sesampai di rumah, saya kaget melihat anak saya alami luka-luka. Dan saya tanya kenapa ini? Ia menjawab kalau habis dikroyok pemabuk,” imbuhnya.

Wasis juga mengaku, dirinya belum tahu pasti, mengapa para pemabuk itu tiba-tiba mengeroyok putranya.

“Bisa saja, mereka tersinggung dengan teriakan anak saya. Apalagi mereka dalam pengaruh alkohol. Padahal, teriakan anak saya itu ditujukan ke temannya, bukan ke sekelompok pemabuk itu,” bebernya.

Atas peristiwa tersebut, malam itu juga Kukuh langsung disuruh ayahnya untuk membuat laporan ke Polsek Blimbing.

Sementara itu, Kapolsek Blimbing, Kompol Octa Panjaitan mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban.

“Iya, korban telah melapor dan sudah kami terima laporannya. Korban melapor pada Minggu (30/6/2024) sekira pukul 01.00 WIB dini hari. Saat ini, anggota telah melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut,” tandasnya. (ags/gni)