Tiga Paslon Diprediksi Bakal Bertarung di Pilbup Malang 2024

Ilustrasi Surat Suara Pemilu 2024.(dok. CNBC Indonesia/Edward Ricardo)
Ilustrasi Surat Suara Pemilu 2024.(dok. CNBC Indonesia/Edward Ricardo)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Meskipun belum juga diketahui secara pasti, namun diprediksi ada tiga pasangan calon (Paslon) yang akan bertarung di Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2024 mendatang.

Pakar politik Universritas Muhammadiyah Malang (UMM), Zen Amirudin mengatakan, rekom dari masing-masing DPP memang belum juga turun.

Namun, ia memprediksi ada lebih dari dua paslon yang akan berebut kursi N1 dan N2 atau Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada mendatang.

“Sementara ini memang bacaan kita masih di permukaan saja, ya memang masih dua yang muncul. Tapi saya kok berkeyakinan bahwa nanti setidaknya lebih dari dua paslon ya,” ujar Zen Amirudin saat dikonfirmasi Blok-a.com, Sabtu (29/6/2024).

Sebab menurutnya, keberadaan partai-partai lain juga dimungkinkan akan memberikan gebrakan baru jelang pendaftaran nantinya.

Sebab, hal tersebut lazim terjadi pada permainan politik di Kabupaten Malang.

“Mereka (parpol) yang saat ini belum memunculkan diri jangan dianggap tidak ada. Mereka selama ini juga banyak memberikan kontribusi,” katanya.

“Karena diamnya mereka bukan berarti tidak melakukan konsolidasi. Bisa juga mereka melakukan konsolidadi, dan pada saatnya mereka akan mengeluarkan ‘alutsista politik’ untuk perubahan di Kabupaten Malang,” sambungnya.

Ia memberikan contoh dari PKS, Gerindra, NasDem, Golkar dan partai lain. Jika mereka membentuk koalisi, maka akan terbentuk paslon yang kuat pula.

“Jika kontak komunikasi politik mereka baik, bisa melakukan kerjasama dengan epic ya saya meyakini itu akan jadi hal yang baru di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Sementara itu, untuk dua nama yang sering muncul kepermukaan yakni Petahana dari PDI Perjuangan, H.M Sanusi dan Lathifah Shohib dari PKB.

Keduanya merupakan pemain lama yang dimunculkan kembali pada kontestasi politik November mendatang.

“Saya berpendapat PDI Perjuangan dan PKB akan kembali menjadi rival. Bisa jadi petaha akan di pasangkan dengan Kresna Dewanta NasDem yang notabenenya juga anak mantan Bupati Malang sebelumnya,” tambahnya.

Jika prediksi tersebut tak meleset, maka kata Zen, Lathifah Shohib harus berhitung secara cermat untuk menentukan pasangannya.

Setidaknya kekuatan dan zonasi politik dan meng-cover representasi pemilih harus dicermati dengan seksama.

“Karena yang justru menjadi masalah adalah musuh blumbung kosong. Saya kira ini akan menciptakan demokrasi yang tidak bagus kedepannya,” tutupnya. (ptu/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com