Karhutla Gunung Kawi Malang Meluas hingga 1.459 Hektare, Empat Titik Api Masih Menyala

Titik api yang masih terlihat di Gunung Kawi, Kabupaten Malang (BPBD Kabupaten Malang)
Titik api yang masih terlihat di Gunung Kawi, Kabupaten Malang (BPBD Kabupaten Malang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, meluas hingga sekitar 1.459 hektare. Berdasarkan hasil pemantauan tim gabungan pada Jumat (18/9/2026) malam, masih ditemukan nyala api di sejumlah titik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, melalui laporan penanganan menyebutkan, luasan area terbakar tersebut meliputi wilayah Pos Lapang Merkusi sekitar 385 hektare dan Pos Lapang Selorejo sekitar 1.074 hektare.

“Berdasarkan hasil pemantauan luasan area yang terbakar dan dilaksanakan pendataan melalui sistem pengumpulan koordinat kurang lebih 1.459 hektare,” kata Sadono dalam rilis resmi, Sabtu (18/9/2026).

Pusat pelaporan penanganan karhutla Gunung Kawi ditetapkan di Pos Lapang Merkusi, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Apel penanganan darurat dilaksanakan di kawasan Desa Precet, tepatnya di Basecamp Merkusi, pada Jumat malam.

Dalam operasi pemadaman darat, tim gabungan dibagi menjadi tiga kelompok. Sebanyak 54 personel dari Pos Pantau Keraton bergerak menuju Puncak Pitrang pada pukul 03.30 WIB dan tiba sekitar pukul 17.00 WIB.

Kemudian, 43 personel dari Pos Pantau Merkusi menuju Puncak Batu Tulis. Tim berangkat pukul 07.15 WIB dan tiba pada pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, 15 personel dari Pos Pantau Dalisodo bergerak menuju Puncak Gunung Malang. Tim tersebut berangkat pukul 07.30 WIB dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Hasil pengamatan lapangan menunjukkan masih terdapat titik api yang menyala di empat lokasi. Titik tersebut meliputi Puncak Pitrang, Puncak Batu Tulis, Gunung Malang Kucur, serta kawasan timur Pos 3 jalur Buthak-Panderman.

Selain pemadaman melalui jalur darat, BPBD Provinsi Jawa Timur juga melakukan pemadaman udara atau water bombing sebanyak 16 kali.

Tim gabungan saat ini masih melakukan pemantauan visual di sekitar kawasan terdampak. Operasi lanjutan direncanakan dengan membuat ilaran atau sekat bakar untuk menghambat pergerakan api.

Kegiatan penanganan melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, TNI-Polri, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa, LMDH, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta sejumlah unsur pendukung lainnya.

“BPBD Kabupaten Malang memastikan pemantauan dan penanganan terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran di kawasan Gunung Kawi,” pungkasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.