Kota Malang, blok-a.com – Calon Walikota Malang Wahyu Hidayat menanggapi terkait hasil survei Lembaga Survei Mata Publik Indonesia yang menyatakan elektabilitas pasangan calon (paslon) yang menamai dirinya WALI ini berada di posisi buncit atau paling rendah.
Dengan tertawa, Wahyu Hidayat tidak ambil pusing dengan hasil survei tersebut. Menurutnya, hasil survei tersebut tidak menunjukkan apa yang sudah dilihatnya selama bersosialisasi kepada masyarakat.
“Ya makanya itu kita lihat saja nanti,” kata Wahyu ke blok-a.com, Rabu (9/10/2024).
Wahyu menerangkan selama ia bersosialisasi, respon masyarakat sangat bagus dan puas. Menurutnya, apa yang menjadi keinginan masyarakat Kota Malang sudah dijawab dalam program dan visi-misi yang diusung paslon WaLi ini.
“Banyak keluhan-keluhan dari mereka yang saya jawab. Dan mereka puas. Sebelumnya, yang mereka terima dan mereka pahami tidak menjadi satu solusi apapun,” jelas Wahyu.
Berdasarkan hal tersebut, Wahyu yakin survei tersebut tidak akan mempengaruhi pilihan masyarakat nantinya. Sebab, Wahyu sendiri yang secara langsung menemui dan mendengarkan aspirasi masyarakat di lapangan.
“Alhamdulillah masyarakat sangat puas dengan jawaban yang saya berikan. Karena sebelumnya masyarakat berpikir hanya sekedar dijawab, tidak menjadi satu solusi,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Lembaga Survei Mata Publik Indonesia sudah melakukan survei kepada masyarakat terkait dengan kandidat yang bertarung di Pilkada Kota Malang.
Survei yang dilakukan pada September 2024 ini menggunakan teknik multistage random stage. Ada 570 orang dijadikan responden. 570 responden itu diwawancara secara tatap muka dengan pertanyaan kuesioner.
Hasil survei Pilkada Kota Malang tersebut menunjukkan bahwa Paslon ABADI, Abah Anton – Dimyati Ayatullah berada di posisi pertama. Setidaknya 40 persen dari responden memilih Paslon nomor urut 3 ini.
Di posisi kedua ada Paslon Sam HC Ganis dengan kisaran 20 persen responden menjatuhkan pilihan ke Paslon tersebut.
Sementara yang terakhir ada Paslon WALI, Wahyu Hidayat-Ali Mutohirin. Sekitar 8.5 persen responden survei tersebut menjatuhkan pilihan ke Paslon nomor urut 1 itu.
Sementara itu, dari 570 responden yang belum menjatuhkan pilihan adalah 32 persen. (mg1/bob)








