Kabupaten Malang, Blok-a.com – Laga sarat gengsi bertajuk Derbi Jawa Timur yang digelar di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (11/1/2026). Antara Arema FC vs Persik Kediri menyuguhkan drama luar biasa hingga detik akhir pertandingan. Sempat tertinggal, Singo Edan bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1 atas tamunya Macan Putih lewat dua gol dramatis di masa injury time.
Sejak peluit kick off dibunyikan, kedua tim terlihat bermain dengan hati-hati. Sepanjang 15 menit pertama, tempo permainan terbilang lambat dengan minim peluang berbahaya.
Memasuki pertengahan babak pertama, Arema FC mulai meningkatkan intensitas serangan. Crossing dari Valdeci Moreira di menit ke-21 masih mampu diamankan kiper Persik Kediri yang dikawal oleh Leo Gaucho. Beberapa peluang emas kembali terbuang, termasuk sepakan menyusur tanah Dalberto menit ke-36 yang kembali mudah ditangkap Leo. Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan meski Arema mendominasi penguasaan bola.
Memasuki babak kedua, Persik Kediri mencoba mengubah mengambil inisiatif permainan dengan memasukkan Supriyadi menggantikan Wigi Pratama di awal babak kedua. Tekanan Persik kian meningkat, namun solidnya pertahanan Arema serta melempemnya barisan penyerang Persik membuat skor tetap 0-0 hingga menit 65.
Arema mencoba kembali menginisiasi serangan melalui striker andalan mereka Dalberto Luan. Namun sepakannya di menit ke-68 masih mampu diamankan Leo yang tampil gemilang pada pertandingan ini.
Keasyikkan menyerang membuat pertahanan Arema FC menjadi lengah. Pada menit ke-80, Persik Kediri berhasil memecah kebuntuan.
Supriyadi, yang justru baru masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol ke gawang Arema FC usai menerima umpan terobosan Ezra Walian di sisi kiri pertahanan. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Persik.
Tak ingin malu di hadapan suporternya sendiri, para pemain Arema FC terus berupaya melancarkan serangan ke pertahanan Persik.
Hasilnya, pada menit 95, crossing mendatar Matheus Blade dari sisi kiri pertahanan Persik berbuah gol bunuh diri yang dilakukan oleh Supriyadi. Skor imbang 1-1, Aremania kembali berjingkrak usai gol ini.
Belum sempat Persik bernapas, Arema kembali menghantam. Menit 98, pemain pengganti Dwiki Mardiyanto memberikan umpan lambung terukur kepada Ian Pulleio yang sukses menaklukkan Leo dengan sundulan akuratnya dan memastikan kemenangan Arema FC menjadi 2-1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Arema FC meraih kemenangan dramatis di hadapan 2.350 penonton, sekaligus memutus rekor tak pernah menang sejak 2022 melawan Persik serta memutus tren tak pernah di kandang dalam 6 pertandingan terakhir.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengapresiasi kerja keras seluruh pemain. Ia menyebut kemenangan ini hasil kerja keras seluruh pemain.
“Terima kasih kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras sehingga kita membawa tiga poin hari ini,” kata Marcos seusai pertandingan.
Ia menambahkan peran Aremania juga sangat penting pada pertandingan kali ini terlebih Arema FC sempat tertinggal 0-1. Marcos secara khusus mempersembahkan kemenangan ini untuk Aremania yang rela datang ke Stadion Kanjuruhan.
“Dukungan Aremania juga mampu menbuat pemain lebih bersemangat dan kita mampu membalikkan skor dan membawa kemenangan,” tambahnya. (yog/gni)








