Kabupaten Malang, blok-a.com – Ratusan pesilat dari 33 kecamatan ambil bagian dalam Bupati Cup 2026 Road to POPDA yang digelar di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu-Minggu (5-6/9/2026).
Kejuaraan yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang ini tak sekadar memperebutkan Piala Bupati Malang. Ajang tersebut menjadi bagian dari proses penjaringan sekaligus evaluasi pembinaan atlet. Untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk POPDA hingga Porprov Jawa Timur.
Ketua Umum IPSI Kabupaten Malang, Zia’ul Haq mengatakan, Bupati Cup memiliki tiga tujuan utama. Di antaranya untuk mencari bibit atlet potensial, mengukur pembinaan perguruan pencak silat di tingkat desa dan kelurahan, serta mempererat silaturahmi antarpesilat.
“Tujuan kita menggelar Bupati Cup ada tiga, yakni menjaring bibit atlet untuk dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim dan event nasional, mengukur sejauh mana perguruan di desa atau kelurahan membina anggotanya, serta mempererat tali silaturahmi antar-pesilat se-Kabupaten Malang,” kata Zia’ul Haq, Sabtu (5/9/2026).
Ia menambahkan, proses penjaringan atlet tidak hanya melihat hasil akhir pertandingan. IPSI juga menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana untuk melihat kualitas pembinaan yang dilakukan perguruan pencak silat di berbagai wilayah Kabupaten Malang.
“Yang kami ukur juga sejauh mana perguruan di desa dan kelurahan membina anggotanya. Jadi, kejuaraan ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga bagian dari evaluasi pembinaan,” tambahnya.
Sebanyak 854 peserta tersebut berasal dari berbagai kelompok usia, mulai pra usia dini hingga dewasa. Kategori peserta meliputi usia 3-6 tahun, 7-9 tahun, 10-11 tahun, 12-13 tahun, 14-16 tahun, hingga 17-25 tahun.
Pertandingan nomor tanding digelar berdasarkan kelas berat badan sesuai kelompok usia. Sementara nomor seni mempertandingkan kategori tunggal, ganda, beregu dan solo kreatif, baik untuk sistem pemasalan maupun prestasi.
Zia’ul Haq menuturkan, pencarian atlet melalui Bupati Cup diarahkan untuk menyiapkan kekuatan Kabupaten Malang menghadapi kompetisi berjenjang.
“Tujuan kita menjaring bibit atlet untuk dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim dan event nasional,” tuturnya.
Selain kemampuan teknis, IPSI Kabupaten Malang juga menekankan pembentukan karakter para pesilat. Peserta diminta menjadikan sportivitas sebagai bagian penting dalam setiap pertandingan.
“Bertandinglah dengan menjunjung tinggi sportivitas. Menang jangan sombong, kalah jangan patah semangat. Ingat 5S Pencak Silat adalah Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun,” jelasnya.
Kualitas pertandingan juga menjadi perhatian IPSI. Wasit dan juri diminta menjalankan tugas secara objektif agar proses seleksi berjalan adil dan mampu menghasilkan atlet yang benar-benar memiliki kualitas untuk dikembangkan ke jenjang berikutnya.
“Kepada para wasit dan juri, saya titipkan amanah. Pimpin pertandingan dengan jujur, adil, dan tegas. Karena dari tangan andalah lahir juara yang berkualitas,” bebernya.
Pembukaan Bupati Cup 2026 turut dihadiri Kapolres Malang, Ketua KONI Kabupaten Malang dan jajaran Forkopimda Kabupaten Malang. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian dari komitmen bersama dalam pembinaan olahraga sekaligus pelestarian pencak silat sebagai budaya bangsa.
“Bupati Cup ini adalah wujud nyata komitmen IPSI Kabupaten Malang dalam rangka pembinaan prestasi dan pelestarian budaya bangsa,” ujar Zia’ul Haq.
IPSI Kabupaten Malang berharap hasil penjaringan melalui Bupati Cup 2026 dapat menjadi salah satu pijakan untuk membentuk tim yang kompetitif pada POPDA, Kejurprov, Kejurda hingga Porprov Jawa Timur 2027.
“Dengan semangat pencak silat, kita wujudkan atlet Kabupaten Malang juara,” pungkasnya. (yog)








