Kota Malang, blok-a.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang baru-baru ini mengadakan pertemuan evaluasi di kantor Bank Indonesia Malang. Fokus pertemuan adalah mengevaluasi hasil intervensi yang dilakukan pada tahun sebelumnya dan membahas beberapa peristiwa khusus pada tahun untuk mencegah terjadinya inflasi.
Salah satu komoditas yang saat ini dipantau Pemkot Malang adalah jagung, yang baru-baru ini mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga jagung ini menimbulkan kekhawatiran akan berdampak pada harga daging ayam dan telur ayam di Kota Malang. Meskipun saat ini belum terlihat dampaknya pada harga ayam dan telur per hari Minggu (14/1/2024), namun diprediksi akan terjadi kenaikan dalam waktu dekat jika tidak ada intervensi.
Harga ayam per kilogram masih tetap stabil di angka Rp 29.000, sementara harga telur tetap di angka Rp 17.000 per kilogram. Untuk menjaga stabilitas ini, Pj Walikota Malang, Wahyu Hidayat, yakin bahwa intervensi seperti tahun sebelumnya dapat diterapkan kembali.
“Saya minta (intervensi) tetap berjalan agar stabilitas komoditi yang akan naik bisa kami intervensi,” ungkap Wahyu. Sebagai langkah antisipasi, beberapa intervensi seperti Warung Tekan Inflasi, Operasi Pasar, dan Pasar Murah akan dilanjutkan.
“Warung Tekan Inflasi Mbois Ilakes itu juga menjadi salah satu jurus selain yang lain-lain. Tetapi yang utama dengan Warung Tekan Inflasi itu harga bisa kami kendalikan dengan baik. Kami akan melanjutkan karena strategi yang kami lakukan di Desember lalu sangat jitu sekali,” tegas Wahyu.
Wahyu menambahkan bahwa saat ini hanya ada tiga titik Warung Tekan Inflasi, yaitu di Pasar Dinoyo, Pasar Blimbing, dan Pasar Besar. “Sampai lebaran 2024 memang yang jelas di tiga pasar ini. Sementara tiga tapi nanti kami lihat, kalau memang nanti dibutuhkan kami akan tambah lagi,” tuturnya.
“Mungkin nanti akhir bulan ini kami akan ada rapat lagi sambil memantau pasar. Karena kami sementara ini kan berdasarkan prediksi aja, kami antisipasi dengan melihat yang kemarin. Kami lakukan agar tidak ada inflasi yang tidak terkendali, untuk mana mana saja nanti kami akan rapat lagi. Kami rutinkan rapat ini,” tandasnya. (mg3/bob)








