Hadiri Deklarasi Ngaji Tani dan Tanam Pohon, Bupati Blitar Minta Manfaatkan Lahan Kosong

Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah menanam pohon dalam kegiatan Tanam Bambu dan Ngaji Tani di Sumber Talang Abang Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kecamatan Garum. (dok. Kominfo Kab Blitar)
Bupati Blitar, Hj. Rini Syarifah menanam pohon dalam kegiatan Tanam Bambu dan Ngaji Tani di Sumber Talang Abang Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kecamatan Garum. (dok. Kominfo Kab Blitar)

Blitar, blok-a.com – Bupati Blitar Rini syarifah menghadiri deklarasi Ngaji Tani Dan Penanaman Bambu, di Sumber Talang Abang Desa Karangrejo Kecamatan Garum, Senin (29/01/2024).

Kegiatan tersebut, diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Garum.

Dalam sambutannya Bupati Rini Syatifah menyampaikan, sangat mendukung kegiatan Taman Pohon dan “Ngaji Tani” ini, karena selain untuk melestraikan hutan juga menambah pendapatan bagi para petani dan memperoleh kepastian hukum atas pengelolaan lahan garapan.

“Kegiatan Tanam Pohon dan Ngaji Tani ini, sangat besar manfaatnya untuk masyarakat dan alam semesta. Karena selain melestarikan hutan, juga menambah pendapatan parapetani,” jelas Mak Rini, sapaan akrab Bupati Blitar.

Lebih lanjut Mak Rini menandaskan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sedekah oksigen kepada alam dan isinya.

“Untuk itu, saya mengajak masyarakat untuk tidak lelah menanam serta merawat tanaman. Selain untuk melestarikan hutan desa, pekarangan. Ini bukti kita mencintai lingkungan dan alam,” tandasnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab Blitar ini menghimbau masyarakat dan pegiat lingkungan untuk memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumah dengan menanam buah, sayur atau tanaman produktif lainnya sebagai bentuk upaya menjaga ketahanan pangan.

“Ini adalah bentuk upaya menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.

Mak Rini menegaskan, sumber pangan itu tidak hanya berasal dari ladang. Dimana, ketika pekarangan masih bisa dimanfaatkan untuk ditanami sayur, buah, bahkan beternak, itu artinya ikut menjaga ketahanan pangan di lingkup keluarga guna pemenuhan gizi.

“Untuk itu, mari kita terus berusaha produktif,” pungkasnya. (jar/lio)