Kota Malang, Blok-a.com – Menjamurnya jasa travel di masa ini sedikit banyak berpengaruh langsung terhadap jumlah calon penumpang bus di Terminal Arjosari. Namun, dengan bermodalkan segi kenyamanan yang lebih mumpuni, bus masih menjadi pilihan utama calon penumpang.
Hal ini dibuktikan oleh masih tingginya minat calon penumpang bus dalam arus mudik dan balik lebaran 2024, seperti diungkapkan oleh Kepala Terminal Arjosari Maria Margareta.
“Walau jumlah armadanya turun, tapi untuk arus mudik-balik kali ini jumlah penumpangnya masih tinggi,” terang Maria.
Kenyamanan, terutama untuk para calon penumpang berusia lanjut, dinilai menjadi factor kenapa bus masih menjadi pilihan.
“Mungkin kalau urusan kenyamanan kan masih nyaman naik bus ya, lebih longgar ruangnya. Lalu juga kalau kendaraan travel kan kadang kencang-kencang, jadi biasanya yang sepuh-sepuh itu lebih nyamannya kalau naik bus,” kata Maria.
Faktor lain yang menjadi penarik minat calon penumpang adalah harga. Harga bus masih jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan jasa travel.
Contohnya, untuk bus Malang-Surabaya dengan fasilitas yang disebutkan di atas hanya berkisar antara Rp 25.000-Rp 30.000. Sedangkan untuk jasa travel dari Malang ke Surabaya harganya bisa lima kali lipat dari harga bus.
Perbedaan harga itu masih menjadikan bus sarana transportasi paling diminati kedua setelah kereta api, karena masyarakat masih mempertimbangkan harga.
“Bus ini alternatif kedua setelah masyarakat. Paling banyak diminati memang masih kereta api, karena paling murah. Yang kedua ya bis ini,” jelasnya.
Maria juga mengatakan bus jaman sekarang sudah lebih baik dalam hal fasilitas, walau harganya masih terjangkau.
Contohnya bus ekonomi Antar Kota Dalam Pulau saat ini sudah banyak yang dilengkapi dengan fasilitas Air Conditioner, dan dijaga kebersihannya. Bahkan banyak Perusahaan Otobus yang saat ini berlomba-lomba meremajakan armada mereka dengan armada terbaru.
“Apalagi jika busnya sudah upgrade seperti patas-patas jaman sekarang. Bus sekarang kan sudah bagus-bagus, tidak seperti dulu. Sekarang peremajaan, dan fasilitasnya untuk yang biasa-biasa saja sudah ber-AC,” katanya.








