Kota Malang, blok-a.com – Kabar mengenai penghentian penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kota Malang ternyata tidak sepenuhnya benar. Sekolah yang sempat dikabarkan tidak lagi menerima program tersebut adalah SD Islamic Global School yang berlokasi di Jalan S. Supriadi, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun.
Pihak sekolah memastikan penyaluran MBG hanya terhenti sementara selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, sebelum kembali berjalan normal pada Rabu (10/6/2026).
Pendiri sekaligus Penjamin Mutu SD Islamic Global School, Suyadi, menjelaskan bahwa sekolahnya memang tidak menerima distribusi MBG hanya selama dua hari. Namun kondisi tersebut bukan karena program dihentikan, melainkan diduga akibat kendala anggaran pada dapur penyedia makanan atau SPPG.
“Setelah saya membaca berita yang dikirim tadi, saya perlu mengklarifikasi bahwa sebenarnya bukan dihentikan. Informasi yang saya terima, kemungkinan karena anggaran di dapur belum turun sehingga mereka tidak bisa produksi,” ujar Suyadi saat dikonfirmasi.
Menurutnya, keterlambatan distribusi tersebut tidak hanya berpotensi berdampak pada sekolahnya, melainkan juga sekolah lain yang menerima pasokan dari dapur yang sama.
Suyadi menegaskan bahwa distribusi MBG ke SD Islamic Global School kini telah kembali normal. Karena itu, ia berharap penggunaan istilah “dihentikan” dapat diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Hari ini sudah dikirim kembali. Jadi hanya dua hari, Senin dan Selasa saja tidak terkirim,” katanya.
Ia menilai persoalan tersebut tidak perlu menjadi polemik apabila memang disebabkan keterlambatan pencairan anggaran. Menurutnya, situasinya akan berbeda apabila dana sudah tersedia namun makanan tetap tidak didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Kalau memang dananya belum ada, ya tidak jadi persoalan. Tapi kalau dananya ada lalu MBG tidak dikirim, itu baru harus dievaluasi,” tegasnya.
Suyadi juga mengungkapkan bahwa selama program MBG berjalan, baru kali ini sekolahnya mengalami keterlambatan distribusi makanan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar maupun kebutuhan makan siswa. Sebab, sejak awal berdiri, Islamic Global School telah memiliki program makan siang mandiri bagi para peserta didiknya.
“Di kami tidak ada masalah. Sejak awal sekolah memang sudah menyediakan makan siang. Jadi ketika MBG tidak datang, anak-anak tetap mendapatkan makanan dari program sekolah,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan MBG secara umum di Kota Malang, sosok yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi D DPRD Kota Malang itu menilai program tersebut berjalan cukup baik. Berdasarkan pengamatannya, hingga saat ini belum terdapat kasus keracunan massal yang terjadi di Kota Malang akibat program tersebut.
Ia mengaku rutin memantau menu MBG yang diterima siswa setiap hari, baik di tingkat PAUD maupun sekolah dasar yang berada di Islamic Global School.
“Kami setiap hari memantau menu yang diterima anak-anak. Jadi kami tahu apa yang disajikan, apa yang dimakan, dan apa yang tidak dimakan,” pungkasnya. (bob)








