Kota Malang, blok-a.com – Jembatan Tunggulmas akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan masyarakat Kota Malang. Hal ini tak lepas dari kejadian dugaan bunuh diri seorang perempuan dengan cara melompat dari jembatan tersebut pada Senin (6/5/2024) malam.
Tidak ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Selain karena kejadiannya terjadi saat hampir tengah malam, kondisi jembatan yang kurang terang juga menjadi salah satu faktor.
Terkait hal ini, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kota Malang berencana untuk mengadakan sebuah kajian dan evaluasi terhadap Jembatan Tunggulmas.
“Nanti akan ada kajian terkait Jembatan Tunggulmas untuk melihat apa saja sarana-prasarana pendukung yang sekiranya diperlukan,” kata Dandung saat diwawancara Blok-a.com pada Rabu (8/5/2024).
Salah satu hal yang dipertimbangakan adalah masalah visibilitas di jembatan tersebut. Penerangan jalan di Jembatan Tunggul Mas memang dirasa kurang oleh sebagian masyarakat yang kerap melewatinya.
Bahkan pada saat proses evakuasi tubuh Perempuan yang terjatuh ke bawah Senin lalu, kurangnya visibilitas sempat menyulitkan proses identifikasi lokasi.
Karenanya, penambahan prasarana penerangan jalan umum menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan, selain pemasangan pagar pembatas jembatan seperti yang telah terpasang di Jembatan Soekarno-Hatta.
“Termasuk di dalamnya adalah penyediaan dan atau penambahan PJU (Penerangan Jalan Umum) di Jembatan Tunggulmas kalau kurang, kalau gelap, akan ditambah agar lebih terang,” ungkap Dandung.
Namun, terkait pemasangan PJU ini, Dandung mengatakan masih akan mempelajari lebih lanjut dampaknya terhadap banyaknya pemuda yang nongkrong di jembatan tersebut, termasuk juga adanya pedagang-pedagang kaki lima liar yang kerap muncul di sepanjang jembatan itu.
Karena adanya PKL dan pemuda yang nongkrong tersebut membahayakan pengguna jalan. Acap kali mereka memarkirkan kendaraannya di samping trotoar jembatan sehingga memakan badan jalan yang seharusnya dimaksimalkan untuk pengguna jalan saja.
“Tapi nanti jangan setelah Jembatan Tunggulmas terang dan bagus, jangan malah dibuat jualan PKL-PKL liar. Nah itu kan yang tidak kita inginkan,” tandasnya.








