Pemkab Malang Pastikan Hewan Ternak Bebas Penyakit Jelang Hari Raya Kurban

Stand penjualan hewan kurban milik Hermanto, di Gondanglegi Kulon, Kabupaten Malang (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Stand penjualan hewan kurban milik Hermanto, di Gondanglegi Kulon, Kabupaten Malang (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) memastikan hewan ternak bebas dari penyakit.

Utamanya dari virus Lumpy Skin Disease (LSD) serta Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang sempat menghantui peternak Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. 

Sebelumnya, DPKH Kabupaten Malang mencatat di awal tahun 2024 ada sebanyak 1.071 hewan ternak yang terserang virus LSD serta 227 ekor sapi terserang PMK. Namun, saat ini kondisinya kian membaik berkat vaksinasi yang terus digalakkan. 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo memastikan, kondisi hewan ternak kian membaik menjelang Idul Adha 2024 mendatang. 

“Penyakitnya sudah mulai berkurang, LSD maupun PMK. Vaksin tetap jalan, karena kita tidak bisa menjamin, virus itu gak bisa diprediksi. Namun, akan terus kita upayakan” ujar Eko saat ditemui Blok-a.com belum lama ini. 

Selain vaksin, sambung Eko, pemeriksaan oleh dokter hewan ke sejumlah tempat juga akan dilakukan. Terutama pada peternak, lapak hewan kurban maupun di pasar hewan sekalipun. Hal tersebut dilakukan guna memastikan kesehatan maupun ketersediaan hewan kurban. 

“Kita siapkan belasan dokter hewan. Sekarang kan sudah mulai kami perintahkan ke pasar-pasar hewan untuk cek jual beli hewan. Supaya tau, mengantisipasi hewan yg sakit agak tidak dijual belikan,” tegasnya. 

Mengingat luasnya wilayah, belasan dokter hewan nantinya juga akan dibantu dengan mahasiswa dari sejumlah universitas.

Saat ini, DPKH Kabupaten Malang masih bersurat ke sejumlah kampus untuk meminta bantuan tenaga kesehatan hewan. 

“Dokter hewan kita belasan, mahasiswanya masih belum tau jumlahnya karena kita masih bersurat ke universitas untuk minta bantuan seperti tahun sebelumnya,” ujar Eko. 

Selain pengecekan kesehatan, Eko juga menegaskan perlu adanya kerja sama yang baik dari pihak peternak maupun pedagang di pasar hewan untuk mejaga kebersihan. 

“Terpenting, setiap pasar harus menjaga kebersihannya,” pungkasnya. (ptu/lio)