Setiap Tahun Jumlah Trotoar di Kota Malang Akan Ditambah Secara Bertahap

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto (dok: Satria Akbar Sigit/blok-a.com)
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto (dok: Satria Akbar Sigit/blok-a.com)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas PUPRPKP telah menyatakan akan menganalisa beberapa titik di sekitar kampus-kampus Kota Malang yang masih belum memiliki fasilitas pejalan kaki yang layak. Namun untuk kedepannya pengembangan dan penambahan fasilitas pejalan kaki tidak akan terbatas di titik-titik tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto. Dandung mengungkapkan bahwa perbaikan dan perawatan fasilitas pejalan kaki telah menjadi agenda yang dirancang untuk tahun ini dan tahun 2025 nanti.

“Untuk tahun ini dan tahun depan sudah kita rencanakan perbaikan di beberapa titik. Kebetulan saya sedang tidak memegang datanya di titik mana saja, tapi semuanya sudah tersusun,” terangnya saat diwawancara Blok-a.com pada Rabu (3/7/2024).

Dandung menambahkan, perbaikan ini akan menyasar fasilitas-fasilitas pejalan kaki yang memang secara data kerap dilalui oleh masyarakat namun kondisinya tidak 100 persen.

Bukan hanya akan memperbaiki fasilitas yang sudah rusak, namun Dinas PUPRPKP Kota Malang juga akan menambah atau membangun fasilitas pejalan kaki terutama trotoar baru di beberapa tempat.

“Penambahan ada, bahkan tahun ini kita sudah susun agenda membangun trotoar baru di beberapa titik. Jadi tidak hanya mulai tahun depan. Tahun depan sebenarnya juga sudah disusun,” terangnya.

Dandung mengatakan, memang fasilitas pejalan kaki di Kota Malang ini masih belum bisa terpenuhi sesuai standar ideal. Namun ia mengatakan bahwa penambahan dan perbaikan fasilitas pejalan kaki di Kota Malang ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga mencapai titik ideal nantinya.

Hal ini tak lepas dari besaran anggaran yang memang masih terbatas. Walau begitu, Dandung mengatakan bahwa anggaran dana yang diterima Dinas PUPRPKP akan selalu dimaksimalkan untuk pengembangan fasilitas umum termasuk fasilitas pejalan kaki.

“Kita kembali lagi, sudah tahu jika memang masih ada beberapa fasilitas (pejalan kaki) yang kurang. Tapi untuk pemenuhan semuanya itu kita juga terbatas anggaran. Makanya diteliti di mana saja yang kiranya paling membutuhkan yang jadi prioritas, lalu secara bertahap,” terangnya. (art/bob)