Kota Malang, blok-a.com – Puluhan sopir Angkot deklarasi mendukung Fairouz Huda atau Kak Fai untuk maju di Pilkada Kota Malang 2024.
Sopir Angkot itu mempunyai harapan besar ke kader Partai Demokrat itu untuk maju di Pilkada Kota Malang tahun ini.
Alasannya, karena Kak Fai mempunyai gagasan untuk meningkatkan penghasilan para sopir angkot.
Koordinator Sopir Angkot, Sam Kebo menuturkan, dukungan ini diberikan ke Kak Fai karena baru Kak Fai sosok atau bakal Calon Kepala Daerah yang bertatap langsung dan menyampaikan gagasan terkait angkot di Kota Malang.
”Beliau sudah sowan langsung ke kami sejak lama, mendengar keluh kesah kami hingga kemudian kami merasa cocok dengan berbagai pemikiran dan solusi Kak Fai,” terangnya, Selasa (9/7/2024).
Menurutnya, Kak Fai dapat mewakili keresahan para sopir angkot Malang dan mempunyai solusi cemerlang untuk kemaslahatan pelaku transportasi umum. Sebab itu, ketika beberapa kali pertemuan, mereka merasa lega ada sosok yang bisa mewakili mereka.
“Kami ini kan orang biasa, ami seperti orang yang dianaktirikan. Kami merasa lega bertemu dengan orang seperti Kak Fai. Semoga perjalanan beliau maju N2 lancar dan bisa menjawab masa depan kami,” harapnya.
Sementara itu, Kak Fai mengaku bahwa perubahan nasib sopir angkot ini dimulai dari pemimpin daerah. Dia menilai, seorang kepala daerah harus siap jadi marketing angkot. Marketing di sini artinya siap mempromosikan angkot ke masyarakat umum hingga akhirnya mengubah mindset tentang angkot.
Selama ini, persepsi publik terhadap mikrolet masih jelek. Untuk memutarbalikkan persepsi ini butuh sosok pemimpin yang peduli. Tidak hanya janji-janji saja, melainkan juga dengan kebijakan langsung.
”Jangan sampai persepsinya terhadap mikrolet ini jalannya lambat, tidak nyaman. Untuk itu butuh sosok pemimpin yang mau jadi marketing angkot, di-rebranding. Tidak hanya marketing saja, tapi juga berani memfasilitasi, mulai menata sistem hingga pengadaan armada yang layak,” ungkapnya.
Fairouz memandang jika sebenarnya Pemerintah punya skema kebijakan untuk mensejahterakan nasib para sopir angkot. Selama ini yang dilihat hanya bantuan-bantuan saja yang itu tidak bersifat solusi jangka panjang.
”Kalau seperti itu kan hanya ngasih ikan, harusnya kan kasih kail. Yang penting itu solusi jangka panjang. Misal keseluruhan sistemnya tertata, tanpa perlu digaji sekali pun, maka ke depan angkot bisa jadi solusi kemacetan di Kota Malang,” tegasnya. (bob)








