Salaf Jadi Harapan PKB Kabupaten Malang di Pilbup 2024

Konsolidasi internal PDC PKB untuk Pilkada 2024. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Konsolidasi internal PDC PKB untuk Pilkada 2024. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Menjelang masa pendaftaran calon kepala daerah dalam Pilkada 2024, dukungan pasangan calon (Paslon) Sanusi – Lathifah semakin menguat.

Dukungan untuk paslon yang diberi julukan Salaf alias Sanusi dan Lathifah ini berangkat dari internal Dewan Pimipinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Malang.

Dibungkus dengan acara konsolidasi internal DPC PKB Kabupaten Malang yang bertempat di Singosari, pada Sabtu (20/7/2024). Acara tersebut juga didatangi oleh Sanusi selaku Bupati Malang.

Dalam konsolidasi internal tersebut juga nampak dihadiri oleh Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur (Jatim), Hikmah Bafaqih.

Seluruh kader yang datang nampak seirama untuk mendukung paslon Salaf untuk Kabupaten Malang 2024-2029.

Hikmah Bafaqih turut berkomentar. Ia mengatakan bahwa hadirnya dalam acara tersebut dalam rangka untuk mewakili DPW PKB Jatim untuk membersamai konsolidasi internal untuk kemenangan DPC PKB Kabupaten Malang.

“Prinsipnya, keluarga besar DPC PKB Kabupaten Malang mengusulkan kepada DPP PKB agar pasangan ini (Salaf) dapat diusung dan direkomendasikan,” kata Hiqmah saat ditemui awakmedia, Sabtu (20/7/2024).

Diusulkannya Paslon Salaf bukan tanpa sebab. Menurutnya, ia mengatakan hal tersebut didasari oleh perolehan survei yang dilakukan oleh internal partai.

Selain itu, juga adanya dorongan dari berbagai pihak, utamanya masyarakat Kabupaten Malang.

“Hasil survei berbagai lembaga dan juga setelah kita berkonsultasi dengan para kiai, bu nyai dan banyak pondok pesantren. Ada juga tokoh-tokoh lintas dan berbagai isu itu. Sehingga diperoleh masukan agar menduetkan beliau berdua untuk pembangunan Kabupaten Malang yang lebih kondusif lagi ke depan,” bebernya.

Disinggung terkait nama ‘Salaf’, menurutnya itu hanya sebagai bentuk pemanasan mesin politik menuju Pilkada 2024 yang semakin dekat.

Kendati demikian, ia menyimpulkan bahwa keputusan rekomendasi antara keduanya masing sama-sama menunggu dari masing-masing Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

“Rekom masih belum turun. Kami harap akhir Juli atau awal Agustus rekom turun dan juga sudah berpasangan. Kami harap Sanusi diusung partai lain, jadi ada dua kekuatan yang berkoalisi di Pilkada ini,” tutupnya.

Terpisah, Lathifah Shohib menegaskan, bahwa ini merupakan dukungan internal DPC PKB. Namun, seluruh keputusannya diserahkan kepada DPP PKB. Termasuk juga pencalonannya sebagai N1 maupun N2 di Pilbup Malang mendatang.

“Tentunya semua menunggu DPP PKB. Namun, apabila oleh DPP diperintahkan untuk maju Cawabup berpsangan dengan Abah Sanusi, tentunya kami tunduk dan patuh perintah partai,” singkat Lathifah. (ptu/lio)