Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang memang menjadi daerah yang memiliki kuliner lengkap. Jajanan hinga makanan berat dari beragam daerah tersaji di Kota Malang.
Salah satu kuliner yang wajib dicicipi ialah Tempe Mendoan Pasar Krempyeng di Jalan Saxophone Kota Malang. Tak sulit menemukan Tempe Mendoan Pasar Krempyeng, sebab lokasinya berada di pinggir jalan dekat pasar.
Pemilik Tempe Mendoan Pasar Krempyeng, Warsiyah menjelaskan, dia memulai usaha sejak 2 tahun lalu. Dia bersama suami menjalankan bisnis ini berdua.
“Iya kami berdua yang menjalankan bisnis ini sejak Covid-19 kemarin. Ya karena Covid-19 itu kami muncul ide usaha ini,” kata dia.
Warsiyah menjelaskan, ide jualan tempe mendoan ini dipilihnya karena belum ada waktu itu yang menjual tempe mendoan seperti olahannya ini.
Tempe Mendoan Pasar Krempyeng ini terkenal dengan irisan tempe yang tipis tapi cukup lebar alias jumbo. Tempenya sendiri tidak diproduksi di Malang.
Perempuan asli daerah Tunggulwulung Kota Malang ini harus mengimpor tempe ini dari Banyumas, tempat produsen tempe mendoan yang jumbo-jumbo.
“Ini saya ambil tempe-nya dari Banyumas. Gak ada di Malang ini. Di pasar pun gak ada,” kata dia.
Tempe mendoan di warung sederhana ini pun dibungkus kertas putih satu per satu. Suami Warsiyah yang melepaskan tempe jumbo-jumbo itu dari bungkus. Warsiyah bagian menggoreng di minyak yang panas di wajan yang cukup besar.
Selain tempe yang besar, ciri khas tempe mendoan di sini ialah tepung kriuk-nya. Jangan kaget jika saat Warsiyah memasak adonan tempe mendoan bakal diberi porsi yang cukup banyak.
Tepung dari tempe mendoan ini pun cukup banyak hingga ketika dibungkus nampak menggunung dan bungkus tempe mendoannya sampai tidak cukup.
“Memang banyak mas tepung-nya ini kriuk dan garing, jadi makannya ada sensasi kriuknya,” kata dia.
Untuk membeli tempe mendoan di sini satu porsi-nya dihargai Rp 20 ribu berisi 4 tempe mendoan yang besar-besar. Untuk penyajiannya juga menyenangkan. Sebab, Warsiyah menggoreng tempe saat ada yang memesan. Jadi pembeli bisa merasakan tempe mendoan yang jumbo itu saat sedang panas-panasnya.
Dalam satu porsi itu juga diberi petis satu plastik dan juga beberapa cabai.
“Kami menggoreng-nya pas ada yang mesan. Jadi pas ada yang pesan kami goreng,” kata dia.
Tempe Mendoan Pasar Krempyeng ini pun buka mulai pukul 13.00 hingga stok tempe habis. Untuk hari bukanya setiap, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu.
“Senin dan Jumat kami libur mas. Soalnya capek,” tutupnya.








