Pekan Depan Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang Mulai Digarap

Petasan di Alun-Alun Merdeka Malang saat Malam Lailatul Qadar, Ini Kata Polisi
Suasana Alun-alun Merdeka Malang (blok-a/Satria Akbar Sigit)

Kota Malang, blok-a.comAlun-alun Merdeka Kota Malang dipastikan akan segera direvitalisasi. Rencananya, pekan depan ikon ruang publik yang berada di pusat kota ini akan segera dikerjakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyampaikan kepastian tersebut usai penandatanganan kontrak antara Bank Jatim dengan pihak penyedia jasa pelaksana.

“Masih rencana tahun ini revitalisasi. Kalau semuanya lancar, paling telat pekan depan sudah dimulai pembangunannya,” ujar Erick, Jumat (12/9/2025).

Erik menjelaskan, tidak ada perubahan berarti dengan desain revitalisasi yang telah ditentukan pada konsep awal. Disinggung terkait penundaan, hal itu lantaran adanya restrukturisasi kelembagaan di Bank Jatim.

“Namun kini seluruh tahapan administrasi telah selesai. Proses sudah selesai semua. Makanya sudah ditunjuk dan di-SK-kan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Alun-alun Merdeka Malang akan ditutup selama 105 hari atau sekitar tiga bulan setengah. Revitalisasi ini akan mempercantik wajah alun-alun dengan konsep beautifikasi, namun tetap menjaga keberadaan unsur-unsur cagar budaya.

Fokus utama perbaikan adalah area air mancur dengan desain modern, sekaligus mempertahankan nilai historis kawasan. Erick menambahkan, sejumlah titik penting seperti empat spot pojok dan pohon-pohon tua bernilai sejarah juga akan tetap dilestarikan.

“Revitalisasi ini tidak hanya memperindah tampilan alun-alun, tapi juga mempertahankan identitas sejarah yang ada di dalamnya,” tegasnya.

Sementara itu, pedagang kaki lima (PKL) yang sudah lebih dari 10 tahun berjualan di kawasan tersebut berharap proyek revitalisasi turut memperhatikan nasib pedagang kecil.

“Pedagang kecil seperti kami juga ingin mendapatkan perhatian. Kalau ada tempat berjualan ya bagus,” kata Munawaroh, penjual mainan anak-anak.

Ia menilai keberadaan area khusus kuliner atau ruang niaga terpadu di Alun-alun Merdeka bisa menjadi solusi agar pedagang tetap bisa mencari nafkah tanpa mengganggu fungsi utama alun-alun sebagai ruang publik.

“Menurut saya, adanya area khusus itu bisa jadi solusi,” ucapnya. (yog)