Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Supit Urang. Hal itu dibuktikan dengan pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos yang telah dilakukan oleh DLH Kota Malang.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran mengatakan total sekitar 500 ton sampah yang masuk setiap hari, sebanyak 50 ton di antaranya dikelola secara mandiri oleh DLH, termasuk untuk produksi kompos. Dari 50 ton sampah yang dikelola, sekitar 35 ton dipilah menjadi berbagai jenis plastik, sedangkan 15 ton sisanya diolah menjadi kompos.
“Dari 15 ton sampah organik yang kami kelola setiap hari, bisa dihasilkan sekitar 5 ton kompos murni. Jadi TPST Supit Urang ini sebenarnya mampu memproduksi kompos dalam jumlah yang cukup banyak,” terang Raymond, Selasa (11/11/2025).
Sebelum diterbitkannya Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD) pada akhir 2025, DLH masih sering memberikan kompos secara gratis kepada masyarakat, kelompok peduli lingkungan, sekolah, maupun pelaku usaha. Namun, setelah aturan tersebut disahkan, kompos mulai dijual dengan harga Rp4.500 per kantong berisi 5 kilogram.
“Sebelumnya kami sering bagikan gratis, tapi setelah PDRD disahkan, kompos bisa dijual resmi. Meski begitu, kalau masyarakat atau sekolah di dalam Kota Malang masih butuh untuk kegiatan penanaman, tetap bisa kami bantu,” jelasnya.
Untuk mendapatkan bantuan kompos, masyarakat cukup mengajukan surat permohonan resmi kepada DLH dengan mencantumkan lokasi dan tujuan penggunaan.
“Harapannya, kompos yang diberikan itu benar-benar digunakan untuk menanam, bukan dijual kembali. Karena kompos yang kami hasilkan ini masih murni, tanpa tambahan bahan kimia,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa kompos murni buatan DLH berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah, berbeda dengan kompos komersial yang telah dicampur bahan kimia untuk mempercepat pertumbuhan daun, buah, atau akar.
Saat ini, DLH masih memiliki stok lebih dari 20 ton kompos siap jual dan tengah mencari pembeli dalam jumlah besar.
“Selama ini penjualannya masih di sekitar Kota Malang. Tapi kami juga terbuka untuk pembelian dalam volume besar, misalnya pakai truk agar distribusinya lebih efisien,” ujarnya.
Selain memproduksi kompos, DLH juga aktif dalam kegiatan penghijauan bersama berbagai pihak, termasuk dalam penanaman pohon di kawasan Coban Talun dan sepanjang DAS Brantas, baik di wilayah Kota maupun Kabupaten Malang. (yog/bob)








