Kota Malang, blok-a.com – Manajemen Arema FC merespons cepat aksi protes Aremania yang berlangsung di depan kantor klub di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Minggu malam (3/5/2026). Selain menyampaikan permohonan maaf, manajemen juga melayangkan peringatan keras kepada internal tim.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna jalan yang terdampak kemacetan akibat aksi tersebut.
“Kami sampaikan permohonan maaf kepada warga dan pengguna jalan di sekitar kantor klub yang terganggu akibat aksi massa,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Inal menjelaskan, manajemen menyatakan tetap menghargai aspirasi Aremania sebagai bentuk kecintaan terhadap klub. Namun, suporter diminta tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan destruktif.
“Kami menghargai aspirasi Aremania sebagai bentuk kecintaan. Tapi kami juga berharap tetap menjaga kondusivitas tanpa tindakan yang merugikan,” imbuhnya.
Tak hanya itu, manajemen juga memberikan ultimatum kepada pelatih dan pemain. Meski Arema FC telah dipastikan aman dari zona degradasi, performa tim dinilai belum memuaskan.
“Kepada jajaran tim kami minta, meski Arema sudah aman dari zona degradasi, manajemen tidak menoleransi hasil buruk yang telah terjadi. Kami minta pelatih dan pemain melakukan koreksi total dan wajib mengincar kemenangan di seluruh laga sisa, baik kandang maupun tandang,” tegasnya.
Yusrinal menambahkan, manajemen merasakan kekecewaan yang sama dengan Aremania atas hasil yang diraih tim belakangan ini. Di sisi lain, Inal memastikan akan terus mendorong perbaikan performa tim demi menjaga martabat Arema FC hingga akhir kompetisi musim ini.
“Kami merasakan kekecewaan yang sama. Tidak ada alasan untuk bersantai meski sudah lolos degradasi. Jawaban terbaik atas kritik Aremania adalah kemenangan di lapangan,” pungkasnya. (yog/bob)








