Jaga Kondusivitas Pertandingan Arema, Polres Malang Perluas Keamanan, Sita 33 Botol Miras

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan kepada suporter Arema FC yang akan menonton pertandingan melawan Persis Solo (foto: Blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan kepada suporter Arema FC yang akan menonton pertandingan melawan Persis Solo (foto: Blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Polres Malang memperluas skema pengamanan pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan hingga ke Ring 4 saat melawan Persis Solo dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mencegah masuknya minuman keras (miras) ke area stadion.

Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengatakan pengamanan tambahan difokuskan di dua titik, yakni Simpang Zipur dan Simpang Kedungpedaringan. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap calon penonton.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk kondusivitas dan keamanan pertandingan. Kami lakukan pengamanan tambahan ring 4 di dua titik tersebut. Termasuk pemeriksaan agar penonton tidak membawa maupun mengonsumsi minuman beralkohol,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan melalui body check serta pengecekan kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan 33 botol miras dari 54 oknum suporter yang datang menggunakan 28 unit sepeda motor.

Rinciannya, 27 orang berasal dari Kabupaten Malang, 19 orang dari Kota Malang, 4 orang dari Kota Batu, serta masing-masing 2 orang dari Kabupaten Kediri dan Blitar.

“Dari rentang usia yang membawa miras antara di bawah umur hingga orang dewasa,” terang Taat.

Sementara itu, berikut laporan pertandingan Arema FC vs Persis Solo

Menurutnya, pola pengamanan ini merupakan pengembangan dari skema pertandingan sebelumnya yang umumnya dilakukan di Ring 2 atau sekitar stadion. Kini, pengawasan diperluas hingga akses masuk untuk meminimalisasi potensi gangguan sejak awal.

“Skema ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta pertandingan yang aman, tertib, dan nyaman,” tegasnya.

Sementara, Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hariyono, menyebut kebijakan tersebut juga sejalan dengan regulasi FIFA serta menjadi bagian dari pembentukan perilaku baru suporter.

“Ini usaha kami untuk menciptakan bibit baru agar perilaku suporter akan lebih baik ke depannya,” katanya.

Perwakilan manajemen Arema FC, Munif Wakid, turut mengingatkan agar suporter meninggalkan kebiasaan konsumsi alkohol saat menonton pertandingan.

“Kita harus menciptakan habit yang baru, nonton sepak bola tanpa mabuk itu juga keren. Kami juga sudah melakukan edukasi melalui berbagai media,” ujarnya.

Sementara itu, Presidium Aremania Utas, Ali Rifki, menyampaikan permohonan maaf atas masih adanya pelanggaran oleh oknum suporter. Ia menegaskan komitmen Aremania untuk terus berbenah.

“Imbauan tanpa miras, tanpa senjata tajam, tanpa flare, tanpa anarkis itu bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari komitmen kami untuk berubah,” katanya. (yog/ova)