Kabupaten Malang, blok-a.com – Produksi tangkapan ikan laut di Kabupaten Malang mencatat capaian impresif pada 2025. Dinas Perikanan Kabupaten Malang melaporkan bahwa total tangkapan telah melampaui target tahunan yang dipatok sebesar 21 ribu ton, bahkan sebelum memasuki akhir tahun.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, mengatakan target tersebut sudah terpenuhi sejak awal triwulan III. Hingga September 2025 jumlah tangkapan telah mencapai 24,4 ribu ton.
“Target di 2025 untuk tangkapan ikan sudah terpenuhi, sudah 100 persen lebih dari target,” ujarnya.
Musim ikan yang berlangsung pada Juni hingga September menjadi momentum peningkatan produksi. Sejumlah komoditas menjadi penyumbang terbesar, antara lain tuna sebanyak 1.039,94 ton, cakalang 1.589,38 ton, tongkol 5.583,67 ton, layur 5.944,48 ton, dan layang 4.035,35 ton.
Tangkapan tersebut berasal dari berbagai titik pendaratan di pesisir selatan Kabupaten Malang, seperti Pantai Licin, Pujiharjo, Wedi Awu, Sendang Biru, Kondang Buntung, Pondokdadap, Kondang Bajul, Ungapan, Kondang Merak, Bantol, Ngliyep, hingga Nglurung.
“Kalau lagi musim, misalnya di Sendang Biru jumlah pendaratannya bisa sampai 200 ton per hari,” kata Victor.
Ia menjelaskan capaian tinggi ini dipengaruhi dua faktor utama yakni meningkatnya kapasitas nelayan dalam memperoleh permodalan secara mandiri, serta stimulus pemerintah berupa dukungan sarana dan prasarana melaut. Victor mencontohkan perkembangan signifikan di Desa Pujiharjo yang pada 2017 hanya memiliki 30 kapal, namun kini telah mencapai 320 kapal.
“Nelayan lokal sekitar 3 ribu orang,” tambahnya.
Capaian tersebut menjadi bukti naiknya produktivitas perikanan tangkap di Kabupaten Malang serta mengerek kesejahteraan nelayan setempat. (yog)








