Kabupaten Malang, blok-a.com –
sepanjang Januari – November 2025 dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 405 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, menyampaikan bahwa kenaikan ini dipengaruhi membaiknya layanan deteksi serta meningkatnya perilaku seksual berisiko di masyarakat.
“Memang ada kenaikan penemuan kasus baru HIV tahun 2025 bila dibandingkan 2024. Kenaikannya 3,8 persen, dari 405 menjadi 421 kasus,” ujar Wiyanto Kamis (4/12/2025).
Ia menambahkan bahwa tren penemuan kasus dari tahun ke tahun bersifat fluktuatif. Kesadaran masyarakat untuk pro aktif dalam mengecek kesehatan menjadi salah satu langkah infeksi HIV bisa segera dilakukan pengobatan.
“Kadang naik, kadang turun. Tapi semakin banyak kasus baru ditemukan dan diobati, maka infeksi baru HIV justru bisa ditekan,” jelasnya.
Wiyanto mengungkapkan, salah satu penularan HIV paling banyak terjadi melalui hubungan seksual berisiko, terutama pada LSL (laki-laki seks laki-laki), pekerja seks, pelanggan pekerja seks, pasangan berisiko tinggi, serta pasangan ODHIV.
“Perilaku seksual berisiko semakin meningkat, seperti hubungan seksual tanpa kondom, berganti-ganti pasangan, serta rendahnya pengetahuan tentang pencegahan,” paparnya.
Wiyanto menerangkan, kelompok usia 25 – 49 tahun menjadi yang paling banyak terdampak. Menurut catatan dari Dinkes, domisili penderita tidak hanya tersebar di wilayah Kabupaten Malang.
“Malang Raya bahkan dari daerah luar Malang Raya yang diperiksa di pelayanan kesehatan Kabupaten Malang,” tuturnya.
Untuk menekan penularan, Dinkes telah melakukan kombinasi pencegahan pada populasi kunci, termasuk penyediaan kondom dan pelicin, skrining IMS, profilaksis, sirkumsisi, uji saring darah donor, hingga pencegahan penularan dari ibu ke anak.
Wiyanto juga mengimbau masyarakat menghilangkan stigma terhadap penderita HIV. Ia mengajak warga agar tidak ragu mengikuti tes HIV bila merasa berisiko.
“Perjuangan melawan HIV-AIDS adalah tanggung jawab bersama. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” pungkasnya. (yog/bob)








