Tunggu Proyek Drainase Rampung, DLH Kota Malang Siapkan Penghijauan di Kawasan Suhat

Tunggu Proyek Drainase Rampung, DLH Kota Malang Siapkan Penghijauan di Kawasan Suhat
Tunggu Proyek Drainase Rampung, DLH Kota Malang Siapkan Penghijauan di Kawasan Suhat

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyiapkan langkah penghijauan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Namun pelaksanaannya masih menunggu selesainya proyek drainase yang saat ini sedang dikebut pembangunannya.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, penghijauan menjadi bagian dari penanganan dampak pengerjaan drainase, termasuk kondisi pohon yang akarnya terdampak pengerjaan proyek.

“Sejumlah pohon mengalami pemotongan akar. Karena itu perlu pengecekan lanjutan untuk memastikan tingkat keamanannya,” ujar Raymond, Rabu (3/12/2025).

DLH telah melakukan asesmen lapangan bersama tim ahli dan Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sebagai langkah awal, perempesan dahan pohon dilakukan untuk mengurangi risiko tumbang.

Raymond menjelaskan, kondisi tiap jenis pohon memiliki perlakuan berbeda. Untuk pohon Palem Raja misalnya, jika akar yang terpotong kurang dari 10 persen masih dinilai aman. Namun jika lebih dari 30 persen, pemangkasan cabang tetap dilakukan. Bila kondisinya masih tidak memungkinkan, penebangan menjadi opsi terakhir.

Sementara itu, rekomendasi teknis terkait jenis tanaman yang akan ditanam menunggu keputusan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Rekomendasi tersebut akan mempertimbangkan ruang tanam yang kini lebih sempit usai pemasangan boks culvert.

“Contohnya di depan Polinema, jaraknya hanya 30–40 sentimeter dari drainase ke pagar. Itu tidak memungkinkan ditanami pohon besar. Bisa jadi alternatifnya tanaman hias dalam pot,” jelasnya.

Selain pertimbangan teknis, DLH juga menampung aspirasi masyarakat, termasuk usulan agar tanaman pengganti ditanam secara seragam. Beberapa jenis pohon juga dinilai masih bisa tumbuh kembali meski dipangkas ekstrem, seperti mahoni. Namun Palem Raja tidak memungkinkan tumbuh kembali jika ditebang total.

Saat ini DLH telah menyiapkan bibit pengganti. Tercatat sebanyak 1.000 bibit dari Polinema, 147 bibit dari DLH Kota Malang dan 147 bibit dari Pemprov Jawa Timur telah tersedia.

“Kalau nantinya diputuskan Tabebuya atau tanaman tertentu yang harus ditanam, DLH siap menyediakan berapa pun kebutuhannya,” tegas Raymond.

Bibit yang disiapkan merupakan bagian dari kewajiban penggantian sesuai Perda 2004, di mana jumlah bibit pengganti bergantung pada diameter pohon yang ditebang. Untuk diameter 10–30 cm wajib diganti 50 bibit, ukuran 30–50 cm diganti 75 bibit, dan diameter di atas 50 cm dapat mencapai lebih dari 100 bibit.

Raymond memastikan seluruh bibit yang menjadi kewajiban penggantian telah siap. Namun pelaksanaan penanaman menunggu keputusan lanjutan dari SDA Jawa Timur.

“Semua harus menyesuaikan kondisi ruang tanam dan arahan teknis di lapangan. Penanaman dilakukan setelah seluruh tahapan penilaian selesai diputuskan,” tutupnya.