600 Ton Sampah Dari Kabupaten Malang Siap Suplai Program PSEL Malang Raya

Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman siap dukung program PSEL Malang Raya (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman siap dukung program PSEL Malang Raya (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebanyak 600 Ton sampah dari Kabupaten Malang siap mendukung program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dicanangkan pemerintah pusat untuk wilayah Malang Raya. Pelaksana Tugas Harian (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman menyatakan produksi harian sampah di wilayahnya mencapai 1200 ton setiap harinya.

“Kita mampu support sampah sekitar 500 sampai 600 ton per hari. Itu kita mampu karena produksi sampah harian kita kan 1.200 ton.,” kata pria yang karib disapa Avi, Kamis (1/1/2026).

Rencananya, lanjut Avi, sampah-sampah tersebut merupakan hasil harian dari desa yang letaknya berdekatan dengan lokasi pengelolaan program PSEL ini yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang. Berdasarkan catatan yang dihimpun, Kecamatan Wagir merupakan desa yang tidak jauh dari lokasi program PSEL ini.

“Nanti akan disuplai dari desa-desa kita yang ada di sekitar atau dekat dengan TPA Supiturang,” paparnya.

Avi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang melalui DLH selalu siap untuk berkomitmen dan berkolaborasi demi mendukung program penguraian sampah. Terlebih, program ini menurutnya selaras dengan target Pemkab Malang yakni Zero Waste pada 2029 mendatang.

“Kalau komitmen kita memang lebih kepada penyuplai bahan bakarnya ya, kalau lokasi PSEL ada di Kota Malang,” ungkapnya.

Avi mengungkapkan, bahan baku sampah untuk PSEL nantinya diprioritaskan berasal dari sampah baru. Namun, opsi pemanfaatan landfill mining juga masih terbuka.

“Kalau opsinya memang sampah baru. Tapi ada kemungkinan landfill mining juga akan dijadikan bahan baku, karena melimpah juga. Kalau sudah bisa diaktifkan semua, landfill miningnya akan mengurangi,” ujarnya.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil koordinasi lintas perangkat daerah se-Malang Raya bersama pemerintah pusat, pembangunan fasilitas PSEL di TPA Supiturang saat ini masih dalam tahap perencanaan.

“PSEL kan belum dibangun. Ini kan juga masih tahap perencanaan, belum sampai ke pembangunan. Kalau Feasibility Study-nya lancar kita masuk gelombang kedua, kemungkinan tahun 2027. Pembangunan selama dua tahun,” pungkas Avi. (yog/bob)