Malang, blok-a.com – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) melalui program UAS Heppiee pada mata kuliah Bioentrepreneurship di Program Studi Pendidikan Biologi. Ujian tidak lagi sekadar tes tulis, melainkan berbasis proyek yang menuntut mahasiswa mengolah sampah anorganik menjadi produk kreatif bernilai guna sekaligus bernilai ekonomi.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa bekerja secara berkelompok mulai dari merancang ide produk, menyusun perencanaan bisnis sederhana, memproduksi barang, hingga mempresentasikan hasil karyanya. Beragam produk berhasil diciptakan, seperti gantungan kunci, seni lampu, seni tanaman, kotak pulpen, hingga aneka produk kreatif lain berbasis limbah anorganik.
Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menegaskan bahwa UAS Heppiee memberi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara nyata.
“UAS tidak hanya diukur dari ujian tulis. Karya mahasiswa menunjukkan proses belajar sekaligus kesiapan menghadapi persoalan riil di masyarakat,” ujarnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, As’ad Syamsul Arifin, M.Pd., menjelaskan mata kuliah Bioentrepreneurship memang dirancang untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus jiwa wirausaha mahasiswa.
“Mahasiswa dilatih melihat sampah sebagai peluang. Mereka belajar berinovasi, memproduksi, dan memikirkan aspek pemasaran produk,” jelasnya.
Penilaian UAS mencakup kreativitas dan inovasi produk, kualitas desain dan produksi, analisis pasar serta perencanaan bisnis, strategi pemasaran, hingga kemampuan presentasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama empat minggu dan diikuti seluruh mahasiswa peserta mata kuliah.
Pelaksanaan UAS Heppiee ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran di UIBU yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya aplikatif, solutif, dan berorientasi kewirausahaan. (bob)








