Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan nasib tiga sekolah negeri yang berdiri di atas lahan milik Universitas Negeri Malang (UM) masih aman untuk sementara waktu. Ketiga sekolah tersebut adalah SMP Negeri 4 Malang, SD Percobaan 1 Malang, dan SDN Sumbersari 3 Malang.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengatakan Pemkot telah berkomunikasi dengan pihak UM terkait penggunaan lahan yang saat ini ditempati ketiga sekolah tersebut. Hasilnya, UM masih memberikan kesempatan bagi Pemkot untuk tetap memanfaatkan lahan tersebut.
“Kalau untuk itu kami masih ada kelonggaran dari UM. Yang percepatan diambil alih itu untuk SMA yang menggunakan lahan UM. Kalau untuk SD dan SMP negeri, kami sudah berkomunikasi dengan Pak Rektor UM, sementara ini masih aman,” ujarnya.
Menurut Ali, status penggunaan lahan pada prinsipnya masih diperpanjang sembari Pemkot menyiapkan solusi jangka panjang. Sebab, keberadaan SMPN 4 Malang, SD Percobaan 1, dan SDN Sumbersari 3 saat ini dinilai belum mengganggu aktivitas maupun kebutuhan pengembangan kampus.
“Sampai kemudian Pemkot menyiapkan skemanya. Karena lahan yang saat ini digunakan SD dan SMP itu untuk sementara dianggap tidak mengganggu perkuliahan dan kebutuhan dari UM,” katanya.
Meski demikian, Pemkot Malang mulai menyiapkan sejumlah alternatif. Salah satunya adalah melakukan merger dengan sekolah negeri terdekat apabila pembangunan sekolah baru tidak memungkinkan dilakukan.
“Tetapi tetap saat ini kami sedang mencari solusi untuk ke depannya. Apakah merger di tempat SD terdekat atau opsi lainnya,” jelas Ali.
Ia menambahkan, opsi pembangunan sekolah baru juga masih terbuka. Namun apabila belum tersedia lahan maupun anggaran yang memadai, penggabungan sekolah menjadi salah satu langkah yang akan dipertimbangkan.
“Kalau tidak ada pembangunan SD baru, kami akan merger dengan SD terdekat. Tetapi sampai dengan hari ini UM masih memberi kesempatan untuk kami,” tegasnya.
Ali menyebut komunikasi antara Pemkot Malang dan UM sejauh ini berjalan baik. Bahkan kedua pihak telah membahas perlunya menyiapkan alternatif lokasi pendidikan sebelum kebutuhan lahan kampus meningkat di masa mendatang.
“Tetapi kami sudah ada obrolan bahwa ke depannya Pemkot harus menyiapkan alternatif apakah membuat sekolah baru atau merger dengan sekolah terdekat,” pungkasnya. (bob)








