Dishub Siapkan Titik Parkir dan Drop Zone Jelang Harlah Satu Abad NU di Kota Malang

Venue Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Stadion Gajayana, 7-8 Februari 2026. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Venue Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Stadion Gajayana, 7-8 Februari 2026. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan persiapan pengaturan parkir dan skema kedatangan ribuan bus jamaah menjelang Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, 7-8 Februari 2026.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, Dishub telah melakukan survei lapangan bersama Polresta Malang Kota dan Polda Jawa Timur untuk memetakan lokasi drop zone dan kantong parkir bus. Seluruh skema tersebut masih bersifat rencana dan akan difinalisasi dalam waktu dekat.

“Kemarin sudah kita survei bersama Polresta dan Polda. Ini masih bagian dari rencana dan akan kita finalkan, mengingat waktu yang sangat sempit,” ujar Widjaja, Senin (26/1/2026).

Sejumlah titik disiapkan sebagai kantong parkir dan drop zone jamaah. Untuk lokasi parkir dan drop zone, Dishub menyiapkan kawasan Jalan Ijen, Jalan Semeru, dan Jalan Simpang Balapan. Sementara kantong parkir bus tambahan disiapkan di beberapa lokasi, antara lain di kawasan Rampal, Islamic Center, Jalan Wilis, Ratawu, hingga Jalan Veteran.

Selain itu, beberapa ruas jalan di sekitar Stadion Gajayana, seperti Jalan Besar Ijen, Jalan Tangkuban Perahu, dan Jalan Semeru, akan disterilkan dari kendaraan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Sebagai gambaran teknis, rombongan jamaah dari Surabaya diperkirakan masuk Kota Malang pada 7 Februari sekitar pukul 18.00–19.00 WIB. Jamaah akan diturunkan di drop zone Jalan Simpang Ijen dan diarahkan menuju titik transit di Bakorwil Malang, sedangkan bus langsung menuju kantong parkir di Jalan Simpang Balapan. Skema serupa akan diterapkan saat kepulangan jamaah.

Beberapa lokasi transit untuk jamaah sebelum berjalan kaki menuju Stadion Gajayana sudah disiapkan oleh Dishub. Lokasi tersebut antara lain Bakorwil Malang, Polkesma, SMKN 3 Malang, Lapangan Tenis Jalan Surabaya, Lapangan Rektorat UM, Graha Cakrawala, Samantha Krida, MIN 1, MAN 2, SMPN 8, hingga Masjid Jami.

“Peserta bisa beristirahat sementara sebelum berjalan kaki ke Stadion Gajayana. Saat kepulangan, skemanya sama, kembali ke transit lalu menuju drop zone,” jelasnya

Terkait rekayasa lalu lintas, Widjaja menyebutkan penutupan atau pengalihan arus jalan masih bersifat insidentil dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Keputusan final akan ditetapkan melalui koordinasi lanjutan dengan Polresta Malang Kota.

“Sifatnya insidentil, dilihat dari kondisi apakah dibutuhkan pengalihan atau penutupan jalan,” ujar dia.

Widjaja mengungkapkan, tantangan utama dalam penataan parkir adalah besarnya jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Malang. Berdasarkan estimasi sementara, hampir 1.000 unit bus diperkirakan datang, belum termasuk kendaraan pribadi jamaah, sementara kapasitas dan ruang jalan di Kota Malang terbatas.

Dishub menyatakan masih akan membahasnya lebih lanjut melalui rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya tugas Dishub atau Polresta saja. Semua pihak terlibat karena kita adalah tuan rumah,” tegasnya. (ber/bob)