Harlah Satu Abad NU, Dishub Tutup 12 Ruas Jalan di Kota Malang

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan rekayasa lalu lintas di 12 ruas jalan utama guna mengantisipasi lonjakan kedatangan jemaah pada kegiatan Harlah Satu Abad NU yang akan digelar di Stadion Gajayana pada 7 sampai 8 Februari 2026.

Sebanyak 12 ruas jalan akan diberlakukan pengalihan dan penutupan arus lalu lintas, mulai dari Jalan Semeru, Jalan Kawi, Jalan Besar Ijen, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Retawu, Jalan Wilis. Pengalihan juga diberlakukan di Jalan Buring, Jalan Lawu, Jalan Welirang, Jalan Guntur, Jalan Sumbing, dan Jalan Taman Slamet.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penutupan di 12 ruas jalan ini bersifat total, kecuali bagi penghuni kawasan yang tetap akan difasilitasi akses keluar masuk.

“Khusus Jalan Ijen, penghuni tetap kami fasilitasi. Begitu juga jika ada kegiatan gereja pada hari Minggu, kami sudah komunikasikan melalui Forum Komunikasi Antar Umat Beragama,” kata Jaya, Kamis (29/1/2026).

Widjaja menjelaskan rekayasa tersebut merupakan hasil rapat Forum Lalu Lintas yang dilakukan agar sosialisasi kepada masyarakat bisa berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

“Fokus utama kami memastikan masyarakat mengetahui jadwal kegiatan, lokasi parkir, titik drop zone, serta ruas jalan yang akan dilakukan pengalihan atau penutupan,” ujarnya.

Dari data sementara, jumlah peserta yang semula diperkirakan 40 ribu orang kini berkembang mendekati 100 ribu orang, dengan potensi kedatangan hampir 1.000 unit bus ke Kota Malang. Dengan demikian, penutupan jalan akan dimulai sejak Sabtu (7/2/2026) siang untuk mengantisipasi jemaah yang datang lebih awal demi mendapatkan tempat di dalam Stadion Gajayana.

“Acara dimulai pukul 01.00 WIB dini hari. Kami antisipasi jemaah yang ingin datang lebih awal agar bisa masuk stadion, sehingga penutupan dan rekayasa dilakukan sejak siang,” katanya.

Selain itu, Dishub juga memperhitungkan arus kepulangan dan aktivitas rekreasi jemaah ke sejumlah destinasi di Kota Malang, termasuk kawasan Kayutangan, Alun-alun Merdeka, hingga Kota Batu.

“Jamaah yang hadir ini juga ingin rekreasi ke Kota Malang. Ke pusat-pusat perbelanjaan, Kayutangan, atau di Alun-alun, bahkan ke Kota Batu. Kemungkinan juga ke daerah wilayah kabupaten yang mana bisa jadi ke arah pantai-pantai dan seterusnya,” ungkapnya.

Dishub juga menyiapkan skenario khusus apabila terdapat kehadiran Presiden RI, meski menurut Widjaja pengaturannya tidak terlalu signifikan, hanya ada beberapa area yang perlu disterilkan dari jemaah.

“Karena begitu kunjungan RI-1 maka syarat ketentuan SOP harus dijalankan. Tapi tidak terlalu signifikan, hanya ada yang perlu dibebaskan dari jemaah,” tegasnya.

Dari sisi pengamanan, Dishub Kota Malang menurunkan 120 personel dengan sistem shift sejak Sabtu siang. Pengamanan juga melibatkan personel Polresta Malang Kota serta sekitar 1.500 personel Banser yang akan turut mengawal kedatangan jemaah dari berbagai daerah. (ber)