Kota Malang, blok-a.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi kuatnya nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang ditunjukkan dalam puncak Mujahadah Kubro Hari Lahir 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2025).
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di hadapan ratusan ribu jamaah yang memadati Stadion Gajayana sejak pagi hari. Presiden mengaku tersentuh dengan keterlibatan sejumlah gereja yang turut membantu menyukseskan agenda besar satu abad NU tersebut.
“Saya terharu mendengar tadi Ketua Panitia menyampaikan betapa di Jawa Timur ini, di Kota Malang ini, gereja-gereja juga membantu menyukseskan acara ini. Ini adalah wujud toleransi yang diajarkan tokoh-tokoh NU dari dulu, termasuk Gus Dur,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, NU selama ini memberi contoh nyata dalam menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Nilai tersebut, kata dia, diwariskan para tokoh NU sejak lama dan tetap relevan hingga saat ini.
“NU selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu menjaga kedamaian di bangsa Indonesia dan akan menjaga semua umat, semua agama tanpa pandang bulu. Saudara-saudara kita mungkin berbeda, tapi kita harus hidup dalam kerukunan,” katanya.
Prabowo berharap Nahdlatul Ulama terus konsisten menjadi teladan dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
“Semoga Nahdlatul Ulama terus memberi contoh dalam menjaga toleransi antara semua umat beragama. Semoga selalu setia menjaga martabat dan kebesaran bangsa Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Machfudz menilai puncak Mujahadah Kubro menjadi momentum kebersamaan warga NU dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pagi ini, Stadion Gajayana ikut menjadi saksi bahwa warga NU terus menjaga tradisi para pendiri NU untuk mempererat persatuan dan persaudaraan demi NKRI,” ucapnya.
Gus Kikin, sapaan akrabnya, juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai elemen masyarakat yang turut mendukung kelancaran Mujahadah Kubro, termasuk keterlibatan berbagai elemen masyarakat lintas organisasi dan lintas agama di Kota Malang.
“Selain warga NU, dukungan juga datang dari masyarakat luas. Muhammadiyah ikut menyiapkan konsumsi, sekolah-sekolah membuka fasilitasnya, dan gereja-gereja di sekitar stadion membuka pintu serta menggeser jadwal kebaktian sebagai bentuk toleransi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Puncak Mujahadah Kubro yang diikuti lebih dari 107 ribu jamaah tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Rais ‘Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua MPR RI, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Gubernur Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta kepala daerah se-Malang Raya.
Acara berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar. Beliau mendoakan agar pemimpin bangsa diberi kekuatan dan kesetiaan dalam mendampingi rakyat, serta memohon jalan keluar terbaik bagi segala musibah, termasuk konflik yang melanda rakyat Palestina. (ber/bob)








