Wajah Toleransi Beragama di Pembagian MBG Kota Malang

Wajah Toleransi Beragama di Pembagian MBG Kota Malang
Wajah Toleransi Beragama di Pembagian MBG Kota Malang

Kota Malang, blok-a.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di SMPN 6 Malang tetap dibagikan kepada seluruh siswa tanpa membedakan latar belakang agama. Siswa nonmuslim juga menerima paket makanan kering yang sama seperti siswa muslim, sebagai bentuk pemerataan program sekaligus menjaga nilai toleransi di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Humas SMPN 6 Malang, Yanti Kurnia Lestari, menjelaskan perubahan menu MBG dari makanan nasi menjadi makanan kering telah disesuaikan dengan kondisi bulan puasa. Menu kering dipilih agar praktis dibawa pulang dan dapat dimanfaatkan siswa muslim untuk berbuka.

“Izin ada perubahan menu dari nasi ke kering. Kami sudah sosialisasi ke wali murid, bentuk MBG-nya kering. Kalau kering kan bisa dibawa pulang,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembagian MBG dilakukan merata kepada seluruh siswa, termasuk siswa nonmuslim. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari budaya toleransi yang sudah lama diterapkan di sekolah.

“Semuanya dapat, itu bagian dari toleransi. Bentuknya sama kita bagikan apa adanya seperti ini,” jelas Yanti.

Menurutnya, suasana kebersamaan antar siswa selama Ramadan sudah menjadi kebiasaan di SMPN 6 Malang. Siswa nonmuslim tetap terlibat dalam kegiatan sosial sekolah meskipun tidak menjalankan ibadah puasa.

“Anak-anak nonmuslim juga melakukan hal yang sama saat Ramadan. Misalnya saat kegiatan berbagi takjil dan buka bersama. Kalau yang muslim di masjid mengikuti tausiyah, yang nonmuslim menyesuaikan kegiatan masing-masing,” katanya.

Selain menjadi bentuk toleransi, program MBG juga mendapat respons positif dari orang tua siswa. Banyak wali murid merasa terbantu karena anak-anak tetap mendapatkan asupan makanan bergizi.

“Orang tua senang, malah bersyukur anaknya mendapat MBG,” ungkapnya.

Ia juga menyebut program tersebut berdampak pada kedisiplinan siswa. Beberapa siswa yang sebelumnya kurang aktif hadir di sekolah kini lebih rajin.

“Bahkan ada beberapa anak yang biasanya bolos jadi lebih rajin karena mendapat makanan. Ada juga yang menyisihkan lauk untuk dibawa pulang,” tambahnya.

Sebagai informasi, total penerima MBG di SMPN 6 Malang mencapai 797 siswa serta 48 guru dan tenaga pendidik. Pembagian dilakukan sekitar 10 menit sebelum jam pulang sekolah, atau sekitar pukul 11.45 WIB.

Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (23/2/2026), menu yang dibagikan berupa telur rebus, kurma, kacang, dan roti kukus. Seluruh menu dikemas dalam plastik agar praktis dibawa pulang oleh siswa.

Selama Ramadan, menu MBG dikemas dalam bentuk makanan kering agar lebih praktis dibawa pulang. Program ini tetap berjalan dengan penyesuaian aturan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antar siswa di lingkungan sekolah. (bob)