Cek MBG Menu Kering di SMPN 11 Malang, Sekolah Sebut Tak Ada Keluhan Namun Porsi Dinilai Kurang

Pembagian menu kering MBG di SMP Negeri 11 Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Pembagian menu kering MBG di SMP Negeri 11 Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu kering selama bulan Ramadan mendapat sorotan karena dinilai kurang layak di sejumlah daerah.

Blok-a.com pun mencoba melihat langsung pembagian menu kering MBG di SMP Negeri 11 Malang, Jumat (27/2/2026).

Terlihat siswa mulai berdatangan dan antre di salah satu kelas untuk mengambil MBG menu kering tersebut. Seluruh menu kering dikemas dalam goodie bag berwarna merah muda.

Salah satu guru menunjukkan isi paket tersebut. Menu MBG itu diambil satu per satu, terdiri atas dua buah, kacang dalam kemasan plastik, roti burger, keju, susu, roti abon, dan telur asin.

Menu kering MBG untuk SMP Negeri 11 Malang selama dua hari, Jumat (27/2/2026) (blok-a.com /Bob Bimantara Leander)
Menu kering MBG untuk SMP Negeri 11 Malang selama dua hari, Jumat (27/2/2026) (blok-a.com /Bob Bimantara Leander)

Paket tersebut diperuntukkan untuk dua hari, yakni Jumat dan Sabtu.

“Iya ini untuk dua hari. Nanti tasnya (goodie bag) dikembalikan,” ujar salah satu guru yang ikut membagi, Ida Nur Hayati kepada blok-a.com, Jumat (27/2/2026).

Penanggung jawab MBG SMPN 11 Malang, Yoyok Saifullah Efendi menjelaskan, selama bulan Ramadan menu yang dibagikan memang berupa makanan kering.

Ia menyebut tidak ada kendala atau keluhan dari siswa penerima MBG.

“Gak ada keluhan sih mas,” tuturnya.

Namun, kata dia, selama ini siswa mengaku porsi menu MBG masih kurang banyak. Di SMP Negeri 11 Malang sendiri terdapat 864 penerima MBG, terdiri dari 824 siswa dan 40 guru atau tenaga pendidik.

“Selama ini tidak ada komentar, tapi kurang. Menunya kurang, kok cuma segini pak, kuranglah porsinya istilahnya. Tapi kami bersyukur begitu,” katanya.

Sementara itu, SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 yang berlokasi di Jalan Cengger Ayam, Kota Malang menegaskan bahwa menu MBG yang didistribusikan ke 13 sekolah di wilayahnya telah sesuai dengan standar kebutuhan gizi. Hal ini menanggapi maraknya informasi terkait menu MBG makanan kering selama Ramadan yang dinilai tidak layak.

Kepala SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2, Julfa Hannan mengatakan bahwa pengaturan dan pemilihan menu MBG telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tahun 2019 serta Petunjuk Teknis (Juknis) Kepala Badan Gizi Nasional tentang Program MBG Perubahan Ketiga.

“Dalam Juknis Perubahan Ketiga tersebut, pagu anggaran menu MBG per hari untuk tingkat PAUD, TK hingga SD kelas 3 adalah Rp8 ribu dan kelas 4 SD sampai SMA sebesar Rp10 ribu. Dengan pagu anggaran sebesar itu, maka tentunya kita usahakan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Sementara untuk di SMP Negeri 11 Malang ini, dia mengatakan, per porsi harganya Rp 10 ribu. Jadi jika dua hari dibagikan secara langsung, jadi Rp 20 ribu.

”Iya per hari Rp 10 ribu,” tuturnya.

Untuk MBG makanan kering yang didistribusikan, pihaknya menyebut di dalamnya selalu tersedia roti, telur hingga buah-buahan. Pengaturan menu tersebut juga selalu dikoordinasikan dengan ahli gizi.

“Biasanya kami beri roti isi abon atau cokelat sebagai karbohidrat, telur sebagai protein, dan buah pir atau apel sebagai serat dan vitamin. Kami juga selalu berdiskusi dengan ahli gizi terhadap menu yang dibagikan,” terangnya.

Selain melibatkan ahli gizi, SPPG tersebut juga telah mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) sehingga mutu dan kualitas menu MBG tetap terjamin.

“Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga kualitas MBG. Kami berharap pihak orang tua murid tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Dalam proses pendistribusian, pihaknya juga selalu menjalin komunikasi secara intens dengan sekolah. Setiap keluhan maupun saran terkait menu MBG akan langsung ditindaklanjuti.

“Kami punya akun media sosial dan penanggung jawab MBG tiap sekolah juga sudah punya nomor saya. Ketika ada keluhan atau saran, maka segera kita respons. Biasanya mereka mengeluhkan terkait jumlah porsi, terkadang ada yang kurang dan kadang kebanyakan,” tandasnya. (bob)