Jawa Timur Waspada Cuaca Ekstrem, Termasuk Kabupaten Malang

Pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Malang (BPBD)
Pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Malang (BPBD)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur pada 1–10 Maret 2026. Sejumlah kabupaten/kota di Jatim termasuk Kabupaten Malang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan potensi cuaca ekstrem tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung hingga hujan es.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi pada periode 01–10 Maret 2026,” kata Taufiq.

Menurut Taufiq, saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Namun dalam 10 hari ke depan justru diprakirakan terjadi peningkatan aktivitas cuaca signifikan akibat dinamika atmosfer.

“Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak adanya gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO), Low Frequency dan Gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur. Ditambah suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur yang masih cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil,” bebernya.

Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat.

Berdasarkan analisis angin gradien 3000 feet per 28 Februari, terdeteksi angin dominan dari arah barat dengan pola pertemuan angin atau konvergensi serta peningkatan kecepatan angin hingga 25 knot di wilayah Jawa Timur. Sementara nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) diprakirakan cenderung netral hingga negatif yang mengindikasikan tutupan awan cukup signifikan.

Taufiq mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah bertopografi curam, pegunungan dan tebing, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang hingga berkurangnya jarak pandang.

“BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan wilayah rawan tersebar hampir di seluruh Kabupaten Malang. Mulai dari kawasan selatan, timur, hingga barat Kabupaten Malang.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mitigasi bencana, terutama di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap lingkungannya, terutama mengenai kebersihan. Masyarakat harus proaktif melakukan monitoring di wilayahnya, khususnya daerah yang berpotensi rawan bencana,” jelasnya. (yog/bob)