Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia sebagai langkah strategis menuju kampus berkelas dunia (world class university) pada 2027.
Direktur Pascasarjana UNISMA, Prof. M. Mas’ud Said, menyampaikan bahwa kolaborasi ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan terus berkembang. Pertukaran mahasiswa, dosen, hingga manajemen kampus menjadi bagian dari implementasi kerja sama yang rutin dilakukan kedua institusi.
“Kami sudah saling berkunjung, baik mahasiswa, dosen, maupun manajemen. Kerja sama ini bukan yang pertama, dan akan terus kita perkuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus utama kerja sama diarahkan pada penguatan penulisan kajian ilmiah dan peningkatan kualitas akademik lintas negara. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata dalam menyelesaikan persoalan keumatan dan kebangsaan.
Selain bidang akademik, kerja sama ini juga mencakup pengabdian masyarakat. Mahasiswa dan dosen dari Malaysia diajak terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial di Indonesia, seperti kunjungan ke pondok pesantren, yayasan yatim piatu, hingga program pembangunan desa melalui KKN. Sebaliknya, UNISMA juga mengirimkan mahasiswa dan dosennya ke Malaysia untuk kegiatan serupa sebagai bentuk pertukaran pengalaman.
Menurut Prof. Mas’ud, penguatan kerja sama ini juga menjadi respons terhadap tantangan global yang saat ini tengah dihadapi dunia. Ia menyoroti bahwa konflik internasional tidak hanya berdampak pada sektor militer, tetapi juga merambah ke energi, pangan, ekonomi, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Dampak konflik itu luas, sampai ke rumah tangga dan pendidikan. Karena itu akademisi harus hadir memberikan solusi melalui kajian ilmiah,” jelasnya.
Sebagai bentuk kontribusi, UNISMA bersama mitra internasional tengah menyiapkan kajian resolusi konflik dalam bentuk buku yang akan dibagikan kepada para cendekiawan sebagai referensi dalam mencari solusi damai.
Ia menambahkan, kerja sama internasional menjadi salah satu indikator penting dalam mencapai status world class university. Selain membuka akses terhadap ilmu pengetahuan global, kolaborasi ini juga memberikan keuntungan dalam peningkatan kualitas dosen melalui sistem review antar profesor lintas negara.
“Profesor kita bisa direview oleh mereka, dan sebaliknya. Ini akan meningkatkan kualitas akademik dan reputasi internasional,” katanya.
Sebagai langkah konkret, kerja sama yang sebelumnya hanya dilakukan di tingkat pimpinan kini diperluas hingga seluruh program studi, mulai dari S1, S2, hingga S3. Hal ini menunjukkan komitmen UNISMA dalam memperkuat kolaborasi secara menyeluruh.
Ia menegaskan, untuk menjadi universitas berkelas dunia, perguruan tinggi harus membuka diri terhadap perkembangan global dan membangun jaringan internasional yang kuat.
“Kalau ingin menjadi universitas kelas dunia, kita tidak bisa hanya belajar di lingkungan sendiri. Kita harus membuka jendela dunia,” tegasnya.
Ke depan, UNISMA juga membuka peluang kerja sama dengan negara berkembang seperti Vietnam yang dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia yang pesat, sehingga dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan daya saing global.(zul/bob)








