Kota Malang, blok-a.com – Di tengah situasi krisis nasional hingga global, Universitas Islam Malang (Unisma) mendorong pusat-pusat studi di lingkungan kampus untuk memperkuat riset sekaligus menembus publikasi jurnal internasional bereputasi, sebagai upaya meningkatkan kontribusi akademik dalam merespons berbagai tantangan yang berkembang.
Rektor Unisma, Prof. Junaidi mengatakan, seluruh pusat studi di kampusnya diharapkan lebih aktif mengkaji isu-isu yang relevan dengan dinamika global. Menurutnya, riset yang dilakukan di lingkungan kampus tidak cukup hanya berhenti pada penelitian, tetapi harus disampaikan ke publik melalui publikasi ilmiah.
“Penyampaian hasil riset ke publik itu melalui jurnal ilmiah yang berskala internasional. Kalau hanya riset saja, hasilnya tidak disampaikan kepada publik kan percuma,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, publikasi yang didorong adalah jurnal internasional bereputasi. Indikatornya antara lain terindeks dalam basis data seperti Scopus maupun Web of Science (WoS).
Melalui skema tersebut, lanjutnya, seluruh pusat studi di Unisma diminta lebih aktif melakukan riset sesuai bidang kajian masing-masing, sekaligus menargetkan publikasi pada jurnal bereputasi internasional.
“Bahkan kita dorong untuk publikasinya itu bukan sekadar jurnal internasional biasa, tetapi jurnal internasional yang bereputasi yang diindeks oleh Scopus atau Web of Science,” katanya.
Dinilainya, penguatan riset dan publikasi ini penting agar kampus ikut terlibat dalam menjawab krisis energi, pangan, hingga ekonomi global.
Selain itu, kampus juga mulai menekankan identitas pusat studi dalam setiap publikasi ilmiah. Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran agar setiap dosen yang menulis di jurnal internasional tidak hanya mencantumkan afiliasi kampus, tetapi juga menyertakan nama pusat studi tempat mereka bernaung.
Dorongan ini juga menyasar mahasiswa. Unisma bahkan menyiapkan skema penghargaan bagi mahasiswa yang mampu menembus publikasi di jurnal internasional bereputasi.
“Mahasiswa Unisma pun itu sudah kita dorong ke sana. Kita beri reward untuk mahasiswa yang mampu publish di jurnal internasional bereputasi,” pungkasanya. (ber/bob)








