ITSK RS Soepraoen Malang Siapkan Prodi Kesehatan dan Teknologi, Jadi Alternatif Calon Mahasiswa Baru

Buka PMB 2026, ITSK Soepraoen Malang Siapkan Lulusan Siap Kerja
Buka PMB 2026, ITSK Soepraoen Malang Siapkan Lulusan Siap Kerja

Kota Malang, blok-a.com – Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang fokus mencetak sumber daya manusia di bidang kesehatan, sains, dan teknologi.

Kampus yang berbasis rumah sakit ini menawarkan berbagai program studi mulai jenjang Diploma, Sarjana hingga Profesi sebagai pilihan bagi calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Kota Malang.

Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua mengatakan, keberagaman program studi tersebut menjadi upaya kampus dalam menjawab kebutuhan tenaga profesional di sektor kesehatan dan teknologi yang terus berkembang.

“Kami ingin setiap program studi di ITSK menjadi ruang pengembangan kompetensi, inovasi, dan profesionalisme sehingga lulusan memiliki daya saing serta mampu berkontribusi di bidang kesehatan maupun teknologi,” ujar Sutrisno, Jumat (29/5/2026).

Untuk jenjang Sarjana, ITSK membuka program S1 Keperawatan, S1 Fisioterapi, S1 Farmasi Klinis dan Komunitas, S1 Informatika, S1 Kebidanan, Sarjana Kedokteran Gigi, serta Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi.

Sementara program Diploma meliputi D3 Keperawatan, D3 Akupunktur, D3 Farmasi, dan D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.

Adapun jenjang profesi yang tersedia antara lain Profesi Ners, Profesi Bidan, Profesi Fisioterapis, Profesi Dokter Gigi, dan Profesi Apoteker.

Wakil Rektor II ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. Juliati Koesrini, A.Per.Pend., M.KPd menyebut pihaknya terus memperkuat fasilitas pendidikan, sarana praktik, dan sumber daya manusia agar proses pembelajaran selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

“Tujuannya agar lulusan siap menghadapi perkembangan teknologi kesehatan dan tuntutan industri yang terus berubah,” katanya.

Selain program kesehatan, keberadaan Program Studi Informatika menjadi salah satu langkah kampus dalam menjawab kebutuhan sektor kesehatan digital, sistem informasi medis, hingga transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.

Wakil Rektor III ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Sartoyo, S.Kes., S.Sos., M.Kes menambahkan, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga penguatan karakter, organisasi, soft skills, dan pengalaman praktik lapangan.

“Kami ingin lulusan memiliki kompetensi yang kuat sekaligus kemampuan beradaptasi saat memasuki dunia profesional,” ujarnya.

Menurut Wakil Rektor I ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. Ardhiles Wahyu Kurniawan, S.Kep., Ners., M.Kep, pembelajaran di kampus juga didukung pengalaman praktik langsung di dunia kerja serta pembekalan sertifikasi kompetensi pada sejumlah program studi.

Hal itu menjadi nilai tambah bagi lulusan untuk meningkatkan daya saing di tengah kebutuhan tenaga profesional yang terus meningkat.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Humas, Kerjasama dan PMB, Amin Zakaria, S.Kep., Ners., M.Kes menegaskan ITSK RS dr. Soepraoen Malang tidak hanya berperan sebagai kampus kesehatan, tetapi juga ruang pengembangan kompetensi profesional yang berorientasi pada kesiapan kerja dan inovasi.

“Melalui dukungan praktik lapangan, penguatan kompetensi, serta pengembangan fasilitas pendidikan, kami berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kesehatan di masa depan,” pungkasnya.