Terminal Arjosari Dipastikan Jadi Titik Layanan TransJatim Malang Raya, Rute Masih Dikaji

Terminal Arjosari jadi terminal sibuk sejak tahun 1989 (foto : Website Pemkot Malang)
Terminal Arjosari jadi terminal sibuk sejak tahun 1989 (foto : Website Pemkot Malang)

Kota Malang, blok-a.com – Terminal Arjosari dipastikan menjadi salah satu titik layanan (origin-destination/O-D) bus TransJatim Koridor II Malang Raya. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur masih mematangkan penentuan rute yang akan dilintasi sebelum layanan resmi beroperasi.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengatakan pihaknya telah dua kali menggelar rapat bersama pengelola Terminal Arjosari. Hasilnya, pihak terminal menyatakan siap mendukung penuh pengoperasian TransJatim.

“Kami sudah dua kali melakukan rapat dengan mengundang pihak Arjosari dan mereka sangat antusias,” ujar Cito, Rabu (2/7/2026).

Selain Terminal Arjosari, dua terminal lain yang ditetapkan sebagai titik origin-destination TransJatim Koridor II Malang Raya adalah Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dan Terminal Talangagung di Kabupaten Malang.

Menurut Cito, penetapan ketiga terminal tersebut merupakan hasil koordinasi bersama Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang.

“Kami sudah melaksanakan dua kali rapat bersama Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Malang dan hasilnya menentukan origin-destination-nya,” katanya.

Meski titik layanan telah ditentukan, Dishub Jatim masih belum menetapkan jalur yang akan dilalui armada TransJatim di wilayah Kota maupun Kabupaten Malang.

Penentuan rute masih akan dibahas bersama pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan untuk memastikan jalur yang dipilih layak dioperasikan.

Dalam survei tersebut, Dishub akan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari potensi gesekan dengan masyarakat, tingkat kebutuhan penumpang (supply and demand), dampaknya terhadap UMKM dan sektor pariwisata, hingga ketersediaan lahan yang memadai untuk pembangunan halte.

“Meski permintaan tinggi tapi kalau luas lahan tidak mencukupi kan percuma, mengingat konsep TransJatim adalah menaikkan dan menurunkan penumpang,” jelasnya.

Untuk operasional, jumlah armada yang disiapkan sama seperti koridor TransJatim lainnya, yakni 14 unit bus yang beroperasi serta satu unit bus cadangan.

Sementara itu, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari, Mega Perwira Donowati, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh apabila layanan TransJatim mulai beroperasi di kawasan terminal tersebut.

“Kami siap mendukung penuh,” katanya.

Mega menambahkan, pihaknya juga telah mengusulkan agar nantinya bus TransJatim lebih diprioritaskan masuk melalui Terminal Tipe C Arjosari yang menjadi area angkutan kota (angkot).

Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan saat rapat bersama Dishub Jatim. Namun hingga kini lokasi pasti titik pemberhentian di Terminal Tipe C masih belum diputuskan.

“Arjosari kan ada dua pengelola, ada Terminal Tipe A dan Tipe C. Kemarin waktu rapat terakhir rencananya di Terminal Tipe C, cuma titiknya di mana kami belum mendapatkan informasi,” pungkasnya. (bob)