Barongsai Buatan Tangan Laris saat Imlek di Kota Malang, Dua Jam Kerja Jadi Rezeki

Mugiati, penjual mainan barongsai yang berjualan saat momen Perayaan Imlek di depan Kelenteng Eng An Kiong. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Mugiati, penjual mainan barongsai yang berjualan saat momen Perayaan Imlek di depan Kelenteng Eng An Kiong. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Perayaan Tahun Baru Imlek tak hanya menghadirkan suasana ibadah dan kebersamaan, tetapi juga membawa berkah bagi pedagang musiman. Salah satunya penjual mainan barongsai yang menjajakan dagangannya di depan Kelenteng Eng An Kiong, Kota Malang.

Mugiati, salah satu pedagang mainan barongsai mengaku rutin berjualan di kawasan tersebut setiap Hari Raya Imlek. Mainan tersebut dijual dengan harga berkisar Rp50 ribu per buah untuk yang ukuran kecil. Sementara ukuran yang besar dibanderol dengan harga Rp70 ribu per buah.

“Setiap tahun pasti berjualan disini. Kadang kalau ada yang nawar Rp 40 ribu saya kasih aja,” katanya, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, mainan barongsai termasuk dagangan musiman yang banyak diminati anak-anak saat hari raya Imlek. Tahun ini, ia membawa tiga puluh buah barongsai untuk dijual. Namun sejak pagi hari, ia mencatat sudah sepuluh mainan yang terjual.

“Hari ini bawa 30 mainan. Sejak pagi tadi hingga siang hari ini, sudah sepuluh mainan terjual. Tapi omsetnya ya ga nentu, karena beberapa tadi ada yang menawar,” ujarnya sambil menunjukkan mainan barongsai.

Meski demikian, ia menyebut omzet penjualan tahun ini tidak setinggi tahun lalu. Kondisi tersebut, lanjutnya, dipengaruhi banyaknya pembeli yang menawar harga serta jumlah pengunjung yang dinilai tidak seramai sebelumnya.

“Tahun ini agak turun dibanding tahun lalu. Banyak yang nawar, terus pengunjungnya juga tidak seramai dulu,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya mengaku tak hanya berjualan saat imlek saja. Saat ada pertunjukan bantengan, ia juga membuka lapak dengan dagangan serupa.

“Tiap tahun jualan seperti ini. Kadang di Kelenteng, kadang juga di Matos. Seringnya, waktu bantengan juga jualan,” katanya.

Seluruh barongsai yang dijual merupakan hasil kerajinan tangannya. Ia menggunakan bahan spons sebagai dasar bentuk, lalu menambahkan benang untuk bagian bulu agar tampak lebih menarik. Untuk satu buah barongsai, ia membutuhkan waktu sekitar dua jam pengerjaan.

“Modal satu barongsai sekitar Rp30 ribu. Bikinnya kurang lebih dua jam,” pungkasnya. (ber/bob)