Flare Bikin Meriah Nobar Timnas-Korsel di Kota Malang

Kota Malang, blok-a.com – Menanggapi permintaan masyarakat yang tinggi akan perjuangan Timnas U-23 di Piala Asia U-23, Pemerintah Kota Malang kembali menggelar agenda Nobar.

Tidak seperti sebelumnya yang diadakan di Lobby Stadion Gajayana, Nobar Timnas kali ini diadakan di Jalan Merdeka tepatnya di depan Mall Ramayana atau Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Dalam acara ini, penonton dapat menonton langsung Rafael Struick dan kawan-kawan bertanding melawan tim unggulan Korea Selatan lewat Videotron Ramayana.

Pemilihan lokasi ini sesuai dengan permintaan banyak pihak yang ingin mendukung Timnas U-23 dengan menonton bareng beramai-ramai di Videotron Ramayana tersebut seperti yang pernah dilakukan pada momen-momen sebelum pandemi dahulu.

Pertandingan sendiri berlangsung menarik, karena Indonesia terlihat dapat mendominasi sepanjang pertandingan ini. Pertandingan babak 8 besar ini pun dimenangkan oleh anak asuh Shin Tae Yong lewat drama adu pinalti setelah pertandingan berakhir dengan skor 2-2 hingga akhir babak perpanjangan waktu.

Babak adu pinalti ini juga sarat drama. Harapan Indonesia sempat pupus sejenak saat tendangan Justin Hubner dapat dihalau oleh penjaga gawang Korea Selatan. 

Namun nafas itu kembali berhembus saat wasit menyatakan bahwa kaki Baek Jong Beom, sang penjaga gawang lepas dari garis gawang sebelum bola ditendang. Hubner mengeksekusi tendangan ulangan dengan sempurna dan adu pinalti berlanjut hingga satu putaran penendang.

Tendangan penalti ke-12 Korea Selatan menjadi yang terakhir bagi mereka setelah Ernando dengan sempurna mampu menebak arah bola. Dan kemenangan Indonesia dalam pertandingan ini dikukuhkan oleh tendangan cinta Pratama Arhan yang mengalir ke sisi kiri penjaga gawang.

Sontak setelah tendangan kemenangan Arhan itu suasana nonton bareng riuh dengan sorak sorai kegembiraan pendukung di Jalan Merdeka yang bergadang hingga jam 4 pagi. 

Arhan pun merayakan kemenangan itu dengan istrinya Aziza Salsha. Namun perayaan kemenangan bukan hanya milik Arhan seorang. 

Seluruh warga Indonesia juga merayakannya. Karena dengan ini Indonesia mencatatkan sejarah lolos ke babak semi final Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya dengan status tim debutan.

Beberapa pendukung menunjukkan kegembiraan mereka dengan menyalakan flare hingga Jalan Merdeka diselimuti kabut asap warna merah merona. 

Nyanyian-nyanyian kegembiraan dan sorak sorai pun tak henti-hentinya diteriakkan para penonton menyambut kemenangan bersejarah Timnas Indonesia U-23 itu.