Blitar, blok-a.com – Kota Blitar menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya Peringatan Hari Senam Tera Indonesia (HATERI) ke-40 di Lapangan Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Minggu (7/12/2025).
Acara ini dihadiri hampir 3.000 orang,termasuk sekitar 1.030 peserta dari Kabupaten Blitar, dan dari wilayah Malang, Nganjuk, Ponorogo, Bojonegoro, dan Kediri.
Kegiatan dimulai dengan apel pagi yang diikuti oleh ribuan peserta, kemudian dilanjutkan dengan senam massal.
Ketua Senam Tera Indonesia (STI) Kota Blitar, Heru Santoso, menegaskan pentingnya acara ini sebagai momentum bersejarah bagi komunitas STI.
“HATERI ke-40 adalah bagian dari rutinitas yang dilakukan setiap tiga bulan. Namun, tahun ini terasa lebih spesial dengan kehadiran komunitas luar daerah yang datang dengan antusiasme tinggi,” kata Heru Santoso.
Heru menambahkan, kegiatan ini bukan saja tentang kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat.
“Dengan senam Tera, kami tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga mempererat jalinan sosial. Ini merupakan sarana penting untuk mempersatukan warga,” imbuhnya.
Heru berharap agar STI Kota Blitar dapat melanjutkan misinya dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Dengan adanya STI, kami ingin masyarakat menjadi lebih sehat, lebih peduli, dan lebih sadar akan pola hidup yang benar. Peringatan semacam ini dapat memperkuat solidaritas dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antar komunitas STI di berbagai daerah,” pungkas Heru Santoso.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar, Priyo Suhartono, menyampaikan apresiasinya kepada semua peserta yang hadir, baik dari dalam maupun luar kota.
“Ini sangat luar biasa. STI adalah kelompok masyarakat, terutama para lansia, yang dengan sukarela mengajak kita semua untuk hidup sehat dan menjalin silaturahmi. Melihat ribuan peserta memenuhi lapangan, bahkan meluber ke ruas-ruas jalan di sekitarnya, memberikan kebanggaan tersendiri,” jelas Priyo Suhartono.
Priyo menambahkan, kehadiran komunitas dari luar daerah meski tanpa undangan formal menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap gerakan kesehatan.
“Respons yang luar biasa ini membuktikan bahwa masyarakat kita sangat peduli dengan kesehatan. Ini bukan hanya sekadar senam, melainkan gerakan sosial yang membangun solidaritas antarwarga,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Sekda Priyo juga menyerukan agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kita perlu mengajak lebih banyak orang untuk menyosialisasikan gaya hidup sehat. STI memberikan wadah bagi itu, dan saya berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan,” tandasnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Sekda Priyo memberikan apresiasi khusus kepada Heru Santoso dan tim STI Kota Blitar yang telah berupaya keras menyelenggarakan acara ini.
“Terima kasih kepada semua yang terlibat. Kegiatan ini benar-benar dari STI, untuk STI, dan oleh STI. Komitmen serta dedikasi mereka patut dicontoh,” pungkas Sekda Kota Blitar.
Acara ini, ditutup dengan pembagian penghargaan kepada peserta yang mengikuti perlombaan serta deklarasi bersama untuk mendukung keberlanjutan program kesehatan berbasis komunitas. (jar/bob)








