Wagub Jatim Hadiri Turnamen Golf HUT ke-27 Apersi Korwil Malang, Ajang Silaturahmi Pelaku Properti

Wagub Jatim Hadiri Turnamen Golf HUT ke-27 Apersi Korwil Malang, Ajang Silaturahmi Pelaku Properti
Wagub Jatim Hadiri Turnamen Golf HUT ke-27 Apersi Korwil Malang, Ajang Silaturahmi Pelaku Properti

Kota Malang, blok-a.com – Turnamen Golf HUT APERSI ke-27 yang digelar APERSI Korwil Malang di Araya Golf, Malang menjadi ajang konsolidasi besar para pengembang perumahan Jawa Timur dalam menghadapi tantangan sektor perumahan yang semakin kompleks.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hadir langsung dalam agenda tersebut. Emil menyampaikan bahwa Jawa Timur tengah berada pada fase krusial. Kebutuhan hunian masyarakat meningkat tajam, namun pada saat yang sama provinsi ini harus tetap menjaga ketahanan pangan sebagai tulang punggung produksi nasional.

“Penetapan status Lahan Sawah Dilindungi (LSD) kini harus penuh kehati-hatian. Jawa Timur adalah tulang punggung produksi pangan nasional, jadi lahan-lahan ini tidak bisa dibuka secara gegabah. Namun kebutuhan perumahan juga besar. Di sinilah koordinasi kita harus semakin intensif,” kata Emil.

Emil menjelaskan bahwa pemerintah pusat turut mendorong percepatan penyerapan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kuota nasional tahun ini naik dari 225 ribu menjadi 350 ribu unit.

“Peningkatan 125 ribu unit itu hampir 60 persen. Dua sampai tiga bulan lalu, 60 persen dari kuotanya sudah terbangun. Itu sebabnya Pak Menteri Perumahan turun langsung bertemu asosiasi di Jawa Timur untuk memastikan kemudahan perizinan dan mengurai kendala teknis,” ujarnya.

Menurut Emil, percepatan FLPP sangat penting untuk menjaga akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian. Ia menegaskan pemerintah daerah dan pengembang harus berada dalam satu garis perjuangan.

“Kita harus mematangkan rencana tata ruang, menjaga LSD, tapi tetap memastikan masyarakat mendapatkan hunian. Kerja sama dengan ATR/BPN dan Kementerian Pertanian harus semakin kuat,” tegasnya.

Turnamen Golf HUT APERSI ke-27 di Araya Golf juga menjadi momentum penyampaian aspirasi pengembang. Ketua APERSI PD Jatim, Makhrus Sholeh, menyebut sektor perumahan di Jawa Timur berkembang, tetapi tantangan teknis dan regulasi masih besar.

“Tantangan lahan luar biasa, lalu ada perizinan, ditambah aturan LSD. Pembiayaan kini terbantu skema KPP, yang dulu KUR hanya sampai 500 juta, kini bisa 5 miliar,” terang Makhrus.

Makhrus turut mengapresiasi Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah dengan proses perizinan terbaik di Jawa Timur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, memastikan pemerintah daerah membuka ruang penuh bagi investasi perumahan.

“APERSI memberikan kontribusi luar biasa di Kabupaten Malang. Kami siap mengawal mulai dari tata ruang hingga perizinan, sekaligus mendukung program Presiden membangun 3 juta rumah,” ujarnya.

Turnamen golf HUT APERSI ke-27 di Araya Golf menjadi penegasan kolaborasi pemerintah dan pengembang untuk mempercepat penyediaan hunian rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pangan. Pesannya jelas: pembangunan perumahan di Jawa Timur tidak sekadar masif, tetapi juga harus berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat. (bob)