Pesan untuk Imam Salat Tarawih, Cak Nun: Jangan Panjang-panjang

Mengulik Tausiah Cak Nun, Puasa Sebagai Hakikat Hidup
Mengulik Tausiah Cak Nun, Puasa Sebagai Hakikat Hidup

Malang, blok-a.com – Tokoh intelektual muslim, Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun memberikan sedikit sentilan bagi imam salat tarawih, terkait durasi salat sunah yang dilakukan saat bulan Ramadan. 

Dikutip dari postingan akun TikTok @mas_zen81, Cak Nun sapaan akarabnya mengatakan bahwa seorang iman salat tarawih harus paham kondisi makmumnya. 

Artinya, seorang imam harus memiliki sikap yang arif dan memahami bahwa tidak seluruh makmum memiliki sifat yang sama. 

Sehingga, durasi salat tarawih tidak perlu terlalu panjang agar para makmum bisa ikhlas atau legowo melaksanakan salat sunah yang dilakukan selepas salat isya. 

Dalam postingan tersebut, pria kelahiran Jombang itu juga memberikan contoh. Salah satunya, ketika imam membacakan Surat Al Baqarah pada rakaat pertama salah tarawih. 

Cak Nun pun, menggambarkan ekspresi keberatan dan tak sabar seorang makmum meluhat imam membacakan Surat Al Baqarah pada rakaat salat tarawih. Hal itu dijadikan bahan pembelajaran oleh Cak Nun.

Melihat fenomena itu, bapak dari Noe Letto menyimpulkan bahwa, imam salat tarawih harus mengerti situasi jamaahnya. Karena setiap makmum memiliki tingkat pengetahuan agama yang berbeda-beda. 

“Makanya perlu kearifan, perlu ilmu sosial, perlu tasamuh, perlu toleransi, perlu memperkirakan kesanggupan bahwa makmum kita macam-macam,” katanya dalam video sepenggal postingan tersebut. 

“Ada yang alim sekali, ada yang baru masuk Islam ada yang kuat berdiri, ada yang asam urat. Walah macam-macam, jangan panjan-panjang,” lanjutnya. (ptu/bob)